A 7.2 magnitude earthquake rocked New Zealand's second largest city Christchurch early Saturday, causing widespread damage including the collapse of some buildings and power outages, witnesses and the US geological survey said.
WELLINGTON (Reuters) - A major earthquake of 7.0 magnitude hit New Zealand, 30 km (20 miles) west of Christchurch early on Saturday morning, causing no immediate reports of casualties but widespread damage, authorities said.
British police on Friday questioned the three Pakistani cricketers embroiled in fixing claims, as the sport's governing body insisted the case was not the tip of a corruption iceberg in the game.
Asia Pacific News
- 7.2 magnitude earthquake shakes New Zealand
- Quake of 7.0 hits New Zealand near Christchurch
- British police quiz Pakistan trio in probe
- Strong 7.2 magnitude earthquake hits New Zealand
- Pakistani Taliban threaten attacks in U.S., Europe
- Suicide bomber kills 53 at Shiite rally in Pakistan
- Obama-ASEAN summit on September 24 in New York
- Republika - Jangan Membeli Tasbih yang Haram | 22 December 2005
- detikNews : situs warta era digital | Heri Santoso Koordinator Keamanan Lingkungan | 4 May 2009
- Republika - Elbert Bawa Indonesia Kalahkan Hongkong | 11 February 2008
- Tempointeraktif.com - Anggaran Perguruan Tinggi Negeri Diusahakan Tak Dipotong | 4 February 2008
Other News on Rabu, 9 April 2003
KoranTempo - Menyelamatkan Sektor Listrik
KoranTempo - Mulai Pulang Kandang ?
Gatra.Com - Wartawan Jadi Target Serangan AS
KoranTempo - Demo Menentang Invasi AS Kian Berani
Gatra.Com - Ayoub Dimakamkan dalam Suasana Penuh Kemarahan
Gatra.Com - Ajax - AC Milan Imbang Tanpa Gol
KoranTempo - Politikus Andal Cermin Arab Modern
Gatra.Com - Pesawat Israel Gempur Gaza, 7 Palestina Tewas
KoranTempo - Pemerintah Targetkan Proses Pergantian Direksi TVRI Selesai April
KoranTempo - Badan Regulator Diusulkan di Bawah Presiden
KoranTempo - Indeks Masih Menguat Tipis
Gatra.Com - Pavarotti & Bono Adakan Konser Amal
KoranTempo - Bencana Pariwisata di Bali
Gatra.Com - Ribuan Karyawan PPD Demo Istana Negara
KoranTempo - Polisi Militer Periksa Aparat Kodim Wamena
Gatra.Com - Pomdam Trikora Periksa Empat Anggota TNI-AD
Gatra.Com - Dua Gol Raúl Antar Madrid Menang 3-1 Atas MU
Gatra.Com - Bush Ingin Batasi Peran PBB di Irak
KoranTempo - Karena Diselewengkan, Utang Texmaco Macet Lagi
KoranTempo - KPPU Klarifikasi Laporan Pemblokiran Akses SLI
Gatra.Com - Pemimpin Perang Bakal Hadapi Pengadilan Kriminal
Gatra.Com - Mata Arnett Diganti Mata Arab
Gatra.Com - Hadiah Ultah Istimewa Russel Crowe
KoranTempo - Jepang Perpanjang Kontrak Pembelian Gas
KoranTempo - Pembubaran BPPN Belum Jelas, Pemerintah Siapkan Lembaga Penjamin Transisi
KoranTempo - Golkar Ingin Partai Pemenang Pemilu Berkoalisi
KoranTempo - Pendaftaran Anggota Panwaslu Banyak Diminati
Gatra.Com - Marinir AS Rebut Pangkalan Udara Militer Baghdad
Gatra.Com - Peluang Masih Terbuka Bagi Valencia
KoranTempo - Beatles pun Jadi Korban Kamera Tersembunyi
KoranTempo - Cuma Melepuh, Bukan Mustard
KoranTempo - Korban Suporter Arema
KoranTempo - Indonesia Belum Dapat Jawaban dari Vanuatu
Gatra.Com - Kasus SARS di Australia Meningkat
KoranTempo - Russel Crowe, Geram Kepada Media
KoranTempo - Istri Wimar Witoelar Meninggal Dunia
Gatra.Com - Al-Jazeera akan Tarik Semua Wartawannya dari Irak
Gatra.Com - RI & Brunei Pikirkan Upaya Beri Bantuan ke Irak
KoranTempo - BPPN Akan Laporkan Kaharudin Ongko ke Polisi
KoranTempo - Dua Tersangka Utama Bom Davao Tertangkap
KoranTempo - Saluran Pipa Gas Pakistan Meledak Akibat Serangan Roket
KoranTempo - Bush dan Blair Janji Secepatnya Rakyat Irak Pegang Kuasa
Gatra.Com - Penggemar Slank Padati Stadion Diponegoro
KoranTempo - Anggota KPKPN Bebas Pajak Penghasilan
Gatra.Com - Kedubes Inggris di Teheran Dilempari Bom Molotov
Gatra.Com - AS Semakin Tekan Baghdad
KoranTempo - Ramai-ramai Dirumahkan
Gatra.Com - Pertandingan Tinju Di RCTI Nyaris Dihentikan KTI Pusat
Gatra.Com - Pasukan AS Khawatirkan Serangan Sporadis Garda Republik
KoranTempo - Efek (Samping) Politik SARS
KoranTempo - Senjata Itu Mulai Berbalik Tuan Bush
KoranTempo - Perang Datang, Selebritas Bintang Empat Bermunculan
Gatra.Com - TV Arab Bantah Beritakan Kematian Saddam
KoranTempo - Aneka Tambang Batalkan Pinjaman dari Hermes Jerman
KoranTempo - GAM Tolak Permintaan Pemerintah
Gatra.Com - Tiga Prajurit Rusia Tewas Kena Ranjau
Gatra.Com - PPD Mogok Karena Karyawan Tak Bergaji
Gatra.Com - Konflik AS-Irak agar Diselesaikan Secara Damai
KoranTempo - MA Siapkan Aturan Persaingan Usaha
KoranTempo - Amerika dan Abad Gelap
KoranTempo - 57 Tokoh Gugat Penjualan Indosat ke Pengadilan
Gatra.Com - Bush dan DJ di Baghdad
KoranTempo - Invasi ke Irak dan Denyut Nadi Wisata Bali
KoranTempo - Pembantaian Massal di Kongo, Siapa Peduli?
KoranTempo - Rupiah Akan Berbalik Melemah
KoranTempo - Politik Dunia Pascaperang Irak
Gatra.Com - Baku Tembak Sporadis Berkecamuk di Baghdad
Gatra.Com - Inter - Valencia Pertandingan Emosional Bagi Cúper
KoranTempo - Universitas Basrah, Kuburan Basrah
KoranTempo - Kofi Annan: Pemerintahan Transisi tanpa PBB
KoranTempo - Pentagon: 91 Tentara AS Tewas
Gatra.Com - Mega: "Pecat Pembocor Rahasia Negara"
Gatra.Com - PPP Reformasi Resmi Jadi Bintang Reformasi
Gatra.Com - Inul Bakal "Ngebor" Pontianak
Gatra.Com - Indonesia Tunda Konferensi Asia Afrika
KoranTempo - Aktivis Akan Bahas Kebangkrutan YLBHI
KoranTempo - Perusahaan Seluler Asia Terkena Dampak SARS
KoranTempo - Dua Generasi Pengusaha Batik
Gatra.Com - Printer Email Banyak Fungsi
Gatra.Com - KH Zainudin MZ Pimpin Demo Anti-AS
KoranTempo - Berkas Muchlas Dilimpahkan
Gatra.Com - PWI Protes Pembunuhan Brutal Wartawan di Irak
KoranTempo - Amerika Pilih-pilih Cara Adili Saddam
Gatra.Com - Australia Bantu Fasilitas Kesehatan di Bali
Gatra.Com - WHO Desak "Laporan Penuh Dan Terbuka"
KoranTempo - Pendapatan PLN Hilang Rp 4 Triliun Akibat Kebocoran
KoranTempo - Rudal AS Bunuh Wartawan Al-Jazeera dan Reuters di Bagdad
Gatra.Com - Amien: Golkar dan PDIP Bisa Jadi Partai Kecil
KoranTempo - APBN Surplus Rp 2,9 Triliun
Gatra.Com - Pesawat F-15E AS Jatuh, Dua Awaknya Hilang
KoranTempo - Invasi ke Irak dan Denyut Nadi Wisata Bali
Gatra.Com - Mega Bertaruh, Perang Irak Bisa Lama
KoranTempo - Kritik terhadap Otonomi
KoranTempo - Peminat Obligasi Negara Membludak
Gatra.Com - Istri Ketua Golkar Aceh Utara Tewas Ditembak
KoranTempo - Tenggat Penyampaian Laporan Keuangan Tak Akan Diubah
KoranTempo - RI Minta Rekonstruksi Irak Libatkan PBB
KoranTempo - Konsumen Properti Masih Minati Apartemen
Forum Views () Forum Replies ()
Meraih Pahala Shalat 100 Ribu Kali
Hari-hari ini, kota Makkah al Mukarammah bertambah ramai. Ribuan jamaah dari berbagai negara telah berada di kota suci ini. Menjelang puncak haji Makkah akan makin padat. Kepadatan itu amat dirasakan bila memasuki Masjidil Haram.
Masjid merupakan tujuan utama jamaah haji. Segera setelah tiba di Makkah, jamaah langsung melakukan ibadah umrah yakni thawaf dan sai dan bertahalul. Aktivitas itu dilakukan di dalam Masjidil Haram.
Masjidil Haram merupakan sebuah kompleks peribadatan umat Muslim yang di dalamnya terdapat bangunan Ka'bah, Maqam Ibrahim, Hijr Ismail, sumur Zam-zam, dan tempat Sa'i. Selain itu, masih meliputi pula bangunan maupun halaman yang dipergunakan untuk shalat termasuk semua bagian perluasannya.
Sejarah tidak mencatat secara pasti, kapan tepatnya Masjidil Haram didirikan. Namun begitu, ada salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan hal ini. Dari Abu Dzar diriwayatkan bahwa dia berkata, ''Wahai Rasulullah, masjid apakah yang dibangun pertama kali di muka bumi ini?'' Rasulullah menjawab,''Masjidil Haram.''
''Lalu masjid apa lagi?'' tanyaku kembali. Beliau menjawab, ''Masjidil Aqsa.'' ''Berapa lama antara keduanya?'' timpalku. ''Empat puluh tahun.''
Karena berbagai keistimewaan itulah, Masjidil Haram memiliki tempat tersendiri di kalangan umat Muslim se-dunia. Hal ini juga ditegaskan oleh Rasulullah, yang bersabda, ''Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) ini adalah 1.000 kali lebih utama dari shalat di masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram. Karena shalat di Masjidil Haram lebih utama 100 ribu kali daripada shalat di masjid lain.''
Adalah Khalifah Umar bin Khattab menjadi orang pertama yang membangun secara permanen Masjidil Haram pada tahun 638 M. Karena pada masa Nabi dan Khalifah Abu Bakar, masjid ini belum memiliki tembok atau dinding, sekelilingnya masih berupa halaman.
Khalifah Umar pun membeli sebidang halaman, yang kemudian dimanfaatkan untuk perluasan Masjid. Dibuatkan tembok dan melapisi lantai thawaf dengan kerikil.Kemudian, khalifah-khalifah berikutnya serta raja Arab melanjutkan upaya perluasan dan renovasi.
Raja Abdul Aziz dari keluarga Sa'ud mengawali program perbaikan serta renovasi masjid. Proyek ini dilaksanakan tahun 1925 antara lain membuat lantai di lokasi Sa'i, memperbarui atap, perluasan tempat thawaf dan banyak lagi.
Tapi mengingat perkembangan zaman yang kian pesat, terutama di sektor transportasi hingga memudahkan jamaah dari seluruh dunia datang ke Makkah, maka dirasa perlu untuk memperluas masjid yang saat itu hanya mampu menampung 50 ribu orang. Penelitian untuk perluasan dimulai yang berlangsung hingga Raja Abdul Aziz wafat tahun 1953.
Setelah penelitian rampung, baru dilakukan proyek perluasan tahap pertama yakni tahun 1955, yakni pada masa Raja Sa'ud ibn Abdul Aziz. Pengerjaannya memakan waktu selama 20 tahun.
Kemudian pada masa pemerintahan Raja Fadh bin Abdul Aziz, beliau menjadi tokoh besar pembaharu pembangunan masjid. Tahun 1986, Raja Fadh membangun Masjidil Haram menjadi dua tingkat dengan material lantai marmer berkelas, pembuatan sistem distribusi air minum, pembangunan tempat wudhu dan menyatukan tempat sai dengan Masjidil Haram.
Proyek tersebut selesai tahun 1993. Secara keseluruhan, perluasan meliputi bangunan babul Umrah (pintu Umrah) dan Babul Malik Abdul Aziz (Pintu Raja Abdul Aziz). Luasnya mencakup 19 ribu m2 meliputi ruang bawah tanah, lantai dasar, lantai atas dan lantai atap.
Saat ini Masjidil Haram memiliki luas 366,000 meter persegi dengan kapasitas mencapai 220.000 orang. Namun, pada waktu-waktu tertentu seperti saat musim haji, masjid bisa menampung jamaah hingga berjumlah total sekitar 940 ribu.
Sayangnya, masjid yang amat indah karena dilapisi marmer berpola itu tak bisa dinikmati secara utuh. Sekitar masjid dipenuhi hotel sehingga kita hanya bisa menyaksikan keindahan masjid sepotong-sepotong.
(yus )Berita Acak dari arsip :

