By Lucy Hornby
It's the Year of the Tiger, but Chinese fortune tellers say it'll be a rough patch for the world's most famous one: disgraced golfer Tiger Woods.
Australia announced its response Tuesday to the attempted terrorist attack on an airliner over the United States last Christmas: a 200 million Australian dollar ($173 million) upgrade of airport security around the country that will cause passenger delays.
- Daftar SMS yg masuk ke +62-815-142-29297 (format pengiriman : info text_info_anda)
- 8-Feb-2010 06:02:41 - Bapa Presiden jgn menyerah masalah-masalah yg skrg dihadapi kami rakyat papua ada dan akan membelamu Maju terus pantang mundur Ini semua rekayasa elit politik Rakyat perlu dibangun rakyat perlu sejahtera Kami rakyat papua siap membela Bp presiden SBY SAMPAI TITIK DARAH TERAKHIR Jayalah Indonesia Majulah Indonesia Menuju masyarakat yg sejahtera ö
- 7-Feb-2010 23:02:17 - Perkosaan perkosaan oleh ERVAN SURYANA satpam bri pagaralam di pos pada saat jaga malam menyebabkan hamil dan pemaksaan aborsi, hal ini telah di laporkan/diketahui ke polres pagaralam tapi pelaku bebas karna memberikan UANG.agar d tindak sesuai hukum dan ini telah d laporkan ke lembaga perlindungan perempuan dan anak. ö
Asia Pacific News
- China quake activist jailed for inciting subversion
- Fortune tellers: Year of Tiger isn't Tiger's year
- Australia spends $173 million on airport security
- Sri Lanka's presidential loser faces court martial
- Activists ambush Japanese whalers in Antarctic seas
- Report: NKorea's Kim reiterates disarmament pledge
- AP NewsAlert
- Gatra.Com - Enrekang, Sulsel Ekspor 100 Ton Kopi Arabika ke Belanda | 26 April 2002
- Gatra.Com - Indonesia Satu Grup dengan Australia | 4 July 2008
- detikcom - Tetangga Toni Pasrah, Tinggalkan Harta Asal Nyawa Selamat | 10 August 2005
- detikNews : Dara Dibebaskan, Kejaksaan Ajukan Kasasi | 7 December 2009
Other News on Selasa, 10 September 2002
KoranTempo - Lain Lubuk Siaran, Lain Pula Iklannya
KoranTempo - Pemerintah Selidiki Perginya Tokoh Papua ke Australia
Gatra.Com - Pemkab Lombok Barat Bangun 1.000 Rumah PNS
Gatra.Com - Pengacara Malaysia Dampingi Gadis Filipina Korban Perkosaan
Gatra.Com - Kedubes AS Peringati Tragedi 11 September
Tempointeraktif.com - Pendukung Sutiyoso yang Berdemo Tidak Tahu Kepanjangan Nama Kelompoknya
KoranTempo - Wajah Ganda Akbar Tandjung
Gatra.Com - Tak Pegang Izin, Demo Buruh Bubar
Gatra.Com - Polhut Riau Tangkap Dua Kontainer Kayu Ilegal
Gatra.Com - Kournikova Disambut Gegap Gempita di Cina
Gatra.Com - Mulai Beredar Mosi Tak Percaya Pada Akbar di DPR
Tempointeraktif.com - Kedutaan Amerika di Malaysia Juga Ditutup
Gatra.Com - Sulut Loloskan 23 Calon Siswa STPDN
Tempointeraktif.com - Semen Gresik Akan Minta Fatwa MA
KoranTempo - Hakim Agung Ad Hoc Terbentuk Bulan Ini
Gatra.Com - Anak Wagub Jabar Digrebek Saat Isap Heroin
Tempointeraktif.com - Max Moein: Komisi Pemeriksa Jangan Hanya Kejar Anggota DPR
Tempointeraktif.com - Tutup Kedutaan Amerika, Boyce Sudah Beritahu Menko Polkam
KoranTempo - Politik di PT Alam Raya
Tempointeraktif.com - Harga Terigu Naik, Industri Kecil Protes
Gatra.Com - RSUP Denpasar Awetkan Dua Jenazah WNA
Tempointeraktif.com - Pendeta Reinaldy Damanik Penuhi Panggilan Mabes Polri
Tempointeraktif.com - Sehari Sebelum Pemilihan Gubernur, Sutiyoso Tidak Masuk Kantor
Tempointeraktif.com - Indeks BEJ Ditutup Melemah Tipis
Tempointeraktif.com - Polda Turunkan 1866 Aparat untuk Amankan Pemilihan Gubernur DKI
KoranTempo - Saham Telkom Angkat Indeks
Tempointeraktif.com - Polisi Dinilai Pasif dalam Menindak Kegiatan Perjudian
Gatra.Com - Murid SD di Poso Belajar di Tenda Darurat
KoranTempo - (Akhir-akhir ini) Sering Tak Lazim
Tempointeraktif.com - Kabut Asap Kembali Selimuti Kaltim
KoranTempo - Harga Terigu Akan Naik Setiap Bulan
KoranTempo - Pemerintah Presentasi Indosat ke Telekom Malaysia dan Maxis Hari Ini
Gatra.Com - Menganiaya, Anggota Poltabes Denpasar Dipecat
KoranTempo - Pernyataan Hamzah soal Keluarga Berencana Dipersoalkan
KoranTempo - Menunggu Ketegasan Sikap Pemerintah
Tempointeraktif.com - Baru 3 Departemen Serahkan Laporan Akuntabilitas
Tempointeraktif.com - Jaksa Ungkap Bukti Baru Pelanggaran HAM Timor Timur
Gatra.Com - Pengacara Malaysia Dampingi Gadis Filipina Korban Perkosaan
KoranTempo - Kwik: Defisit Anggaran Tahun Depan Rp 87,7 triliun
Gatra.Com - Kalah "Perang Tarif", Fery "Serayu" Alihkan Rute ke Nunukan
Gatra.Com - Sebelum Bayar Utang, Jasa Marga Tunggu Restu Laks
Gatra.Com - Terima Ancaman, Kedubes AS di Jakarta Ditutup
Tempointeraktif.com - Keuskupan Dilli Terlibat dalam Kerusuhan di Timor Timur
Tempointeraktif.com - KSAL Bantah Koperasi TNI AL Terlibat Pencurian Pasir Laut
Tempointeraktif.com - Diancam Teroris, Kedubes dan Konjen AS Tutup
KoranTempo - Dana Bank Kian Banyak Mengalir ke Kawasan Timur Indonesia
KoranTempo - Tak Ada Arab, Filipina pun Jadi
Gatra.Com - Pesawat Tempur AS Serang Pertahanan Udara Irak
Tempointeraktif.com - Zakcy Makarim: Adam Damiri Tak Bisa Diadili
Gatra.Com - Mahasiswa UBK Protes Cineplex 21
KoranTempo - 22 Proyek Macet Pertambangan Segera Dilanjutkan
KoranTempo - Dirjen Pajak Bantah Ada Penyimpangan Restitusi Pajak
KoranTempo - Mendagri Minta Politisi Tak Takuti Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
Gatra.Com - Diduga Maling, Seorang TKI Dihajar Massa
Tempointeraktif.com - Rp1,5 Miliar dari Depkimpraswil untuk Agropolitan
Gatra.Com - Laks Janji akan Bangun Perkebunan Sawit di Nunukan
KoranTempo - Lagi, 65 polisi Tewas Akibat Serangan Maois
KoranTempo - 22 Proyek Pertambangan Boleh di Hutan Lindung
KoranTempo - Mendagri Minta Politisi Tidak Takut Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
Tempointeraktif.com - Mentan Himbau Pengusaha Gula Lebih Kreatif
Tempointeraktif.com - Anak-anak Wakil Gubernur Jawa Barat Pesta Putaw di Rumah Dinas
Tempointeraktif.com - Rakor Dihentikan, Wartawan Diminta Keluar
Tempointeraktif.com - Tidak Ada Ancaman untuk Kedubes AS
KoranTempo - Connie dan Ida, Dua Sahabat
KoranTempo - Pengadilan Teruskan Pengadilan Alex Manuputty
Tempointeraktif.com - Hamzah Haz Setuju Hak Cuti bagi Kepala Pemerintahan dan Wakilnya
Tempointeraktif.com - Tosari: Investasi di PT QSAR Uang Saya Pribadi
Tempointeraktif.com - Adam Damiri Dinilai Tak Punya Komando Efektif
KoranTempo - Kekayaan Fahmi Idris Rp 43 Miliar
Tempointeraktif.com - Wapres Hamzah Haz Bertemu Li Peng
Gatra.Com - Pakistan Khawatir Serangan India, Saat AS Serang Irak
KoranTempo - Penerbitan Obligasi Arutmin Ditunda Hingga Akhir Tahun
Tempointeraktif.com - Pernyataan Kedubes AS Tidak Masuk Akal
KoranTempo - Penjualan Telesera oleh Telkom dan Dana Pensiun Bakal Alot
Tempointeraktif.com - Monopoly Watch Minta KPPU Adil dalam Kasus 21 Cineplex
KoranTempo - Nasibmu, Pahlawan Devisa
Tempointeraktif.com - Hari Sabarno: Sanksi PPP Terserah Pengawas Partai
Tempointeraktif.com - Polisi Melakukan Sweeping Petasan dan Bom Molotov
KoranTempo - Sudjiono Timan Dituntut 8 Tahun Penjara
Gatra.Com - AS Serang Irak, Harga Minyak “Memanas”
KoranTempo - Lulusan Teknologi Informasi Masih Kurang
Gatra.Com - Imigrasi Sampit Tangkap Naker Ilegal Malaysia
KoranTempo - Kreditor Gajah Tunggal Setujui Pola Penyelesaian Utang
KoranTempo - Demokrasi Titip Absen
Gatra.Com - Dua Pesawat Tempur India Jatuh, Pilot Selamat
KoranTempo - Undang-undang Paranoid
KoranTempo - Rupiah Menguat Tipis
KoranTempo - Li Peng Senang Indonesia Dukung Satu Cina
Gatra.Com - Kiriman Uang TKI ke NTB Terus Mengalir
KoranTempo - Filipina Gunakan Pengacara Malaysia untuk Kasus Pemerkosaan
Tempointeraktif.com - Ernest and Young Gelar Pemilihan Usahawan Terbaik
KoranTempo - Citibank, BNI dan BCA Kuasai 67 Persen Pasar Kartu Kredit
Tempointeraktif.com - Reksadana Perdana Batalkan Pencatatan Sahamnya di BES
Gatra.Com - Rusia Deportasi Pastor Polandia ke Jepang
Tempointeraktif.com - Syafruddin Bantah Temuan Internal Audit
Tempointeraktif.com - DPR-Pemerintah Setuju Pengerukan Pasir di Riau Dihentikan Sementara
KoranTempo - Target Penerimaan Pajak Tidak Tercapai
KoranTempo - Partai Besar yang Khawatir Dominasi Berkurang
Gatra.Com - Gaya Diplomasi Memadamkan Api
KoranTempo - Tuntutan untuk Sang Pengemar Tenis
Tempointeraktif.com - Kepala Polisi Surabaya: Tidak Ada Teroris di Konsulat Amerika
Gatra.Com - Penyakit Epilipsi Masih Dianggap Aib
Tempointeraktif.com - Menkopolkam Terkejut dengan Penutupan Kedubes dan Konjen AS
KoranTempo - Detik-detik Terakhir Singa dari Panjshir
Tempointeraktif.com - Pemerintah akan Bantu Agus Budiman Menuntut Amerika Serikat
KoranTempo - Skenario Perlucutan Senjata
KoranTempo - AS Dinilai Keliru Jika Serang Irak
KoranTempo - Pertamina Tetap Jual Minyak Pemerintah
Tempointeraktif.com - Indonesia-Bosnia Jajaki Peningkatan Kerja Sama Ekonomi
KoranTempo - Hamzah Bantah PPP Investasi ke PT Alam Raya
Tempointeraktif.com - Pendeta Reynaldi Damanik Resmi Ditahan
Gatra.Com - Angie akan Lawan Petenis Cina Yan Zi
Gatra.Com - Tosari: Meski Pinjam, Rp5 Miliar Itu Miliknya
KoranTempo - Kecanduan Internet, Bentuk Stres Pekerjaan
KoranTempo - Masyarakat Penyiaran: TV Nasional Jadi Lokal Kebijakan Salah Kaprah
Tempointeraktif.com - Kawasan Indonesia Timur Mendapat Sejumlah Kemudahan
KoranTempo - Rumah Masa Kecilnya Dilelang
Tempointeraktif.com - Artis Attar Syach Dihukum 4 Bulan Penjara
KoranTempo - Formula 12 Hakim-Jaksa Lingkungan Tak Efektif
Forum Views (52) Forum Replies (0)
Setelah 'Kiamat' Sekte Sibuea Tak Terjadi
12 November 2003 TEMPO Interaktif, Bandung: 'Meski kiamat tak terjadi, saya tetap yakin dengan ajaran Pendeta Mangapin Sibuea.' Ina, 21 tahun, salah satu anggota jemaat Sibuea, mengungkap hal itu saat ditemui wartawan di Gereja Bethel Tabernakel Shekinah, Bandung, Selasa (11/11).
Ia tak peduli dengan banyaknya tanggapan sinis dan nyinyir terhadap kelompoknya. 'Bukankah Tuhan Yesus juga pernah dihina dan dicaci. Ikut Tuhan Yesus harus menderita, bukan enak-enak saja,' ujarnya, tenang.
Begitu yakinnya dengan kepercayaan itu, mahasiswi Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen, Kupang, ini rela meninggalkan bangku kuliah dan pergi ke Bandung, sejak Maret 2003. Ia mengaku mendengar suara Tuhan pertama kali saat kuliah 2001. Suara-suara itu antara lain meminta dia untuk pergi ke Baleendah.
Ina adalah satu dari sekitar 300 pengikut sekte Sibuea. Mereka dievakuasi polisi dari 'Pondok nabi' markas mereka di Jalan Siliwangi, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ke Gereja Bethel Tabernakel, Senin (10/11).
Selain Ina yang sudah berada di asrama 'Pondok Nabi,' ada juga Raymond asal Ambon, dan Hermina Nainggolan
asal Medan. Bersama sekitar 300 orang jemaat yang lain, mereka berkumpul dan melakukan ritual, seperti menyanyi, menari, dan berpuasa, ada yang 3 hari 3 malam tak makan, ada juga yang 7 hari 7 malam tak makan. Semua itu dilakukan untuk bersiap-siap menjemput Kiamat, 10 November 2003.
Sebelum polisi mengevakuasi paksa, Raymond mengaku sempat mulai diangkat ke langit. Tapi, semuanya gagal karena ada gangguan dari pihak luar. 'Saat itu, mulai terasa ada yang masuk ke tubuh saya. Ada perasaan seakan-akan saya mulai diangkat,' kata Raymond, yang bergabung sejak Juli 2003 itu.
Bagi ketiga jemaat, Mangapin Sibuea adalah sosok panutan yang menyebar ajaran kebenaran. Tak hanya oleh mereka, tapi juga oleh anggota jemaat yang lain. Tak tanggung-tanggung, menurut Raymond, jemaatnya terdiri dari banyak kalangan. Selain wiraswasta, ada mahasiswa, sarjana, bahkan sarjana strata dua. Semua seide, satu kata dan perbuatan.
Lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, Sibuea, 65 tahun, sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Alkitab Gereja Pantekosta Siantar (1964-1965). Selain itu, ia juga mendalami ilmu agama di Sekolah Alkitab Gereja Pantekosta di Beji, Batu, Malang, Jawa Timur (1966). Dalam karirnya, ia pernah menjadi pendeta di gereja Pantekosta Filadelfia pada tahun 1980-1999. Tapi, pada 9 September 1999, ia dikeluarkan karena tindakan indisipliner.
Sibuea ramai menjadi perbincangan karena mengklaim sebagai Paulus II, Rasul Allah di akhir zaman. Selain itu, ia juga meramalkan akan terjadinya Hari Kiamat. Seperti terungkap dalam bukunya bertajuk 'Kiamat Dunia Segera akan Terjadi,' yang terbit di Bandung pada 1999, ia mengaku mendapat wahyu dari Roh Kudus.
Ada sejumlah hal yang disampaikan, antara lain, akhir dari akhir zaman akan terjadi pada 10 November 2003, akhir dari akhir zaman akan terjadi pengangkatan kelompok Sibuea antara pukul 09.00-15.00 WIB, dan anti-Kristus akan menguasai dunia mulai 10 November 2003 hingga 11 Mei 2007.
Selain soal ramalan, buku itu juga disebut sebagai 'Buku di atas segala buku. Bahkan, lebih tinggi otoritasnya dibanding dengan Alkitab yang diyakini gereja sebagai Firman Allah yang Hidup.' Walhasil, setelah mencemati ajaran-ajaran Sibuea, pada 21 Juni 2000, Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat Kabupaten Bandung memutuskan untuk melarang ajaran Sibuea. Buku, selebaran, dan VCD yang menyebarluaskan ajarannya juga dilarang beredar.
Cuma, tak jelas, kenapa akhirnya Sibuea tetap bisa menjalankan ritual bersama jemaatnya, sebelum akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Bandung, pada 23 Oktober lalu. Ramalannya jelas tak terbukti. Meski jemaatnya masih meyakini, mungkin Sibuea harus siap mengambil risiko dari janji yang dia torehkan di sampul belakang bukunya. Di situ dia menulis, 'Bila tanggal (yang Anda terima dari Allah Bapa berbeda dengan tanggal 10 November 2003, suratilah kami dan silahkan mengutuki kami jemaat palsu, guru palsu, nabi palsu, rasul palsu, dan lain-lain.'
Tanggal yang dijanjikan sudah lewat dan kiamat tak terjadi.
Dwi Wiyana dan Bobby Gunawan - Tempo News Room
Berita Acak dari arsip :
