Biel, Mendes and Weisz go behind the camera for Glamour
By James Hibberd
The Toronto film festival opened with a nod to Canadians' obsession with ice hockey, hoping also to capitalize on a renaissance of musicals in Hollywood.
Entertainment News
- US-ENTERTAINMENT Summary
- NBC devising "Office" succession plan
- Hockey musical opens Toronto film festival
- Hokey hockey musical kicks off Toronto film fest
- Joaquin Phoenix not quitting acting just yet
- Are zombies the new vampires in Hollywood?
- "Virginity Hit" a bawdy crowdpleaser
- detikcom - Debitor BLBI ke Istana, Polri Berlindung dengan Inpres | 16 February 2006
- Gatra.Com - Burns Diangkat Sebagai Pelatih Sementara Skotlandia | 6 November 2004
- Simao: Absennya Ronaldo Bukan Alasan | 13 November 2009
- detikcom -
Antisipasi Gerakan Teroris, Warga Maluku Akan Didata Ulang | 28 November 2005
Other News on Sabtu, 26 Desember 2009
Kompas - Brawn Optimistis Schumi Bisa Menang
Cianjuran Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia
Kapal Terbakar di Lepas Pantai Venezuela, 9 Awak Hilang
Polisi Keluarkan Pistol Saat Tagih Utang, Ibu Hamil Keguguran
Republika - Polisi Masih Periksa Intensif Mertua Noordin M Top
TPF Minta Polisi Usut Pencatutan Nama SBY
Republika - Indonesia Gugat Tumpahan Minyak Australia
Irwasum: Wajar Pihak Bibit-Chandra Kecewa
Kompas - She Howls at Judge
Kompas - Passenger Tried to Blow up Plane
Kompas - Akhirnya, Satu Gedung Evakuasi Tsunami Akan Dibangun di Padang
Mancini Bidik Sembilan Trofi
Kompas - Buku-buku Ini Dilarang!
KOMPAS cetak - Bangunan Tambahan Akan Dibongkar
Jauhari Juara Aceh Open 10 K
Kompas - Kisah Buron Teroris Baridin (4)
Kompas - Apakah Tubuh Anda Bugar?
KOMPAS cetak - Birokrasi dalam Kekuasaan yang Terbelah
Kompas - Manajemen Plaza Medan Fair Nyatakan Rahmat Melompat
Magic Minta Libur Natal
Pansus DPR Century Akan Terima Mahasiswa & Facebookers
Banjir Majalaya Sisakan Tumpukan Lumpur
Republika - Puting Beliung Terjang Bengkulu
Kompas - Penumpang Berusaha Meledakkan Pesawat Northwest Airlines
Gempa 6,1 SR Guncang Sumbar, Tak Berpotensi Tsunami
Rio Haryanto Lirik GP3
Ancol Siapkan Hiburan Sambut Tahun Baru
Republika - Anggota DPR Harus Laporkan Harta Kekayaan
BI Jemput Koin Prita dari Posko Hari Ini
BNPP Akan Koordinasi Penganan Perbatasan
Republika - Waspadai Argumen Pembenaran Century
KOMPAS cetak - Renungan Natal
Chelsea Pagari Ivanovic dari Madrid
Wartawan Aceh Berdoa Bersama
Kompas - Kisah Pelarian Buron Teroris Baridin (3)
9 Tahun Magfiroh Derita Tumor Ganas di Mata
Ungkap Privasi untuk Hiburan Tidak Tepat
KOMPAS cetak - Dokumen Indikasikan SBY Tahu
Ribuan Orang Berzikir di Kuburan Massal
Dudhie Mengaku Lupa Siapa Pemberi TC
Kompas - Empat Gereja di Mojokerto Jadi Prioritas
Kompas - Dua Mayat Pria Ditemukan di Ciamis
Petugas PPIH Selayaknya Diasuransikan
MUI Desak Depkominfo Tertibkan Infotainment
KOMPAS cetak - Ancaman Iklim Kian Nyata
SBY Tak Berniat Tarik 'Gurita Cikeas'
Pengelola Plaza Nyatakan Rahmad Melompat
Kompas - Kearifan Lokal sebagai Sumber Eksplorasi
Mabes Polri Mendadak Jumpa Pers Soal Rekaman
Republika - Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama
Kompas - Hamilton: Selamat Datang Schumi
Torres Menuju 50
KOMPAS cetak - Keluarga Tunggu Kabar
Kongres PAN 2010, Tarik Ulur Amien Rais
Republika - Kondisi Gus Dur Membaik
Kompas - Wah, Penyerang Paus Punya Fans di Facebook
Kompas - Sistemik...!
Jangan Sampai Bunuh Diri Kian Marak
Kompas - Lampu Jatuh Lukai Pengunjung Plaza Medan Fair
Terbentuknya Los Galacticos II
KOMPAS cetak - Sediakan Waktu untuk Tuhan
Capello: Owen Bagus, Tapi Kurang Fit
Ramos Ingin Madrid Borong Semuanya
Wah... Ada Parkling Sakura di Centro!
Mobil Masuk Sungai & Truk Mogok di Tol Jakarta-Tangerang
Antiklimaks, Cavaliers Benamkan Lakers
Pelaku Gunakan Peledak Jenis Baru
Kompas - Sekitar 35.300 Anggota Jemaah Haji Masih di Tanah Suci
KOMPAS cetak - Persembahan Natal Pengamen
KOMPAS cetak - Dekade Penuh Warna
KOMPAS cetak - Perayaan Mengusung Budaya Tradisional
Republika - Mengenang Lima Tahun 'Kiamat Kecil'
Republika - Sepanjang 2009, Lima Buku Dilarang
AJI: Cabut RUU TIPITI, Gantikan dengan Revisi UU ITE
Polisi Bersiaga di Sejumlah Titik Menuju Kantor TVOne
Catatan di Balik Comeback Schumi
Ferdinand Terancam Gagal ke Afsel
DPR Tunggu Permintaan Resmi Pemerintah
Republika - KPK Tangani Kasus Anggodo Secara Kolektif
Jangan Atur Semua Informasi Internet, Cyber Crime Saja
Ibunda Tommy Kurniawan Wafat
Federer Akhirnya Sempurna, Rossi Sampai 100
Republika - PUI Tingkatkan Peran dalam Masyarakat
Kompas - KA Cirebon-Bandung Diluncurkan Awal Januari 2010
KOMPAS cetak - Sistemik...!
Kompas - Wali Kota Jakpus: Patung Obama Memang Lebih Tepat di Bekas SD-nya
Kompas - Video Tentara AS yang Tertangkap Taliban Dirilis
Puluhan Napi Kotamobagu Dapat Remisi
Infotainment Gosip Haram
Gigi Gus Dur Dipuji Dokter
Eksekutor Nasrudin Divonis Hari Ini
Rahmat Lompat dari Plaza Medan
WN Nigeria Ledakkan Pesawat AS, Diduga Terkait Al Qaeda
The Gunners Mengintip dari Celah
Ujian Berat Minus Pemain Pilar
Jepang Akan Relokasi Pangkalan AS, Mei 2010
Ujian Nasional Masih Diperlukan
Liverpool Waspadai Gigitan Wolves
Grup Dukung Vs Tolak Ayu Azhari Muncul di Facebook
Hari Pertama Jadi Presiden Baru, SBY Ngantor di Cikeas
Laila dan Sarah Minta Ditangkap Polisi Biar Bisa Pulang
Kompas - Beginilah Cara Jutawan Beijing Berburu Cinta
Kompas - Terpilih, Panigoro Langsung Tatap SEA Games 2011
Kompas - Wapres Akan Hadiri Peringatan 5 Tahun Tsunami
4 Anak Kini Diboyong ke Yayasan Yatim Piatu
Duel Pacquiao vs Mayweather Terancam
Wenger: Arsenal akan Membela Diri
Kompas - Christmas Weekend Movie Guide
Korban Tertimpa Hiasan Lampu Natal Masih Dirawat Intensif
Kompas - Warga Mojokerto Protes Industri
Infotainment Ghibah Marak Karena Penonton Tak Punya Pilihan
KOMPAS cetak - Paus Ditarik Seorang Wanita hingga Jatuh
Menristek Siapkan Teknologi untuk Sejuta Sapi di NTB
Detik-detik Menegangkan di Delta Air Lines
Pembunuh Rentenir Ditangkap
Haramkan Infotainment, PBNU Diminta Datang ke Dewan Pers
Ishikawa Tetap Atlet Terbaik Jepang
Kompas - Depdagri Diminta Fokus soal Pilkada
KOMPAS cetak - Presiden Ajak Bersatu
Ketua Komisi IX: Pelecehan Nama Dokter Tak Bisa Dibayar dengan Uang
Fabregas Masih 50-50
Adnan Buyung: Anggodo Harus Segera Dicari dan Ditangkap
Kartu Kredit BRI: Nikmati ''Diskon Besar Akhir Tahun''
Kompas - BI Telah Memberikan Laporan
KOMPAS cetak - Perayaan Natal Diyakini Berlangsung Aman
Forum Views () Forum Replies ()
Nasional Syafi'i Ma'arif: Pemimpin Militer Bisa Kembalikan Otoritarianisme
23 April 2004 TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif menyatakan, munculnya kandidat presiden dari kalangan militer akibat kegagalan masyarakat sipil dalam memimpin negeri ini. Menurutnya, tampilnya Susilo Bambang Yudoyono dan Wiranto sebagai calon presiden harus disikapi secara kritis agar jangan sampai muncul lagi pemerintahan yang otoritarian. Untuk itu, kata dia, pemilu presiden kali ini sangat penting dan rakyat jangan sampai salah memilih pemimpin.
'Munculnya mereka (kalangan militer) adalah risiko yang logis karena sipil telah gagal atau setengah gagal dalam menjalankan pemerintahan. Kalangan sipil tidak mau mengkoreksi diri atas kepercayaan yang diembankan selama ini sehingga mereka (militer) kembali tampil,' katanya kepada Tempo News Room di ruang kerjanya Jumat (23/4).
Syafii juga menyanyangkan sikap sejumlah kalangan sipil terpelajar yang justru tidak mau bekerja sama untuk membangun negeri ini secara demokratris. Intelektual dari kalangan sipil yang semula sekolah di Amerika Serikat dan Eropa, kata Syafii, justru mendirikan partai-partai politik sendiri demi untuk menyalurkan sahwat politik mereka. 'Lihat saja, akhirnya mereka hanya mendapat nol koma sekian persen suara. Karena tenyata mereka tidak bisa membaca peta dan sosiologis bangsa ini. Jadi munculnya militer itu adalah risiko yang harus ditanggung,' kata Syafi'i.
Menurut Syafi'i, masa depan bangsa ini sebenarnya ada di tangan semua rakyat Indonesia. Pada pemilu 5 Juli nanti, kata dia, rakyat akan memilih langsung pemimpin pemerintahan. Dan mestinya, kata dia, rakyat harus memilih pemimpin yang betul-betul membela demokrasi.
'Negeri ini sedang berada di tikungan yang sangat tajam sehingga kita butuh pemimpin yang tahu betul kondisi jalan yang dihadapi. Atau ibarat kapal, kita ini sudah akan tenggelam. Sehingga kalau kita gagal memilih pemimpin, maka kita akan tenggelam,' kata Syafi'i.
Syaiful Amin dan Heru CN - Tempo News Room
Berita Acak dari arsip :

