KUALA LUMPUR (Reuters) - Pirates robbed a Japanese chemical tanker in the South China Sea on Sunday amid a "serious escalation" of attacks, a maritime watchdog said on Monday.
This Eid al-Fitr Muslim holiday, Malaysian Sharifa Ahmad is determined to make heads turn in her "Made in Indonesia" outfit -- a black flowing chiffon robe with embroidered neckline and matching headscarf hand stitched with Swarovski crystals.
Officials said it was the strongest eruption since 2,460-metre (8,100-foot) Mount Sinabung ended its long sleep on Sunday, and sparked panic among local residents.
Indonesia News
- Pirates rob tanker as attacks rise in S.China Sea
- Indonesian fashion scores Ramadan hit
- Fears for villagers as Indonesian volcano erupts again
- Eleven Indonesian police arrested over riot deaths
- Villagers flee as Indonesia volcano erupts again
- Two Indonesia police on trial for 'Qaeda' arms sales
- Mass breakout from Australia immigration centre
- Gatra.Com - Sebanyak 76 Saksi Diperiksa dalam Kasus Koesmayadi | 13 July 2006
- Kompas - Depdagri Siap Dorong Pemda Bantu KPU | 27 March 2009
- detikcom - Warga Aceh Leuseur Antara Ancam Bentuk GAM | 13 May 2008
- Sepak Bola : situs warta era digital | Skuad Chelsea Diwanti-wanti Soal Carletto | 13 July 2009
Other News on Minggu, 5 September 2004
detikcom - 12 Korban Kecelakaan KA vs Pick Up di Blitar Dimakamkan
Tempointeraktif.com - Yudhoyono Dijadwalkan Menjenguk Cak Nur
Tempointeraktif.com - Tahanan Rutan Cirebon yang Kabur Belum Tertangkap
detikcom - Kebakaran Landa Rawamangun
Gatra.Com - Repotnya Pentas Sari
KoranTempo - Prada AG Diringkus di Gorong-gorong Sungai Ciliwung
Gatra.Com - Indonesia Memilih Joy
Gatra.Com - Penantian Sulit Victoria
detikcom - KA Tabrak Pick Up di Blitar, 11 Orang Tewas
Tempointeraktif.com - PHDI Didesak Keluarkan Fatwa Anti Korupsi
Tempointeraktif.com - Wakil Organisasi Wartawan Akan Menemui Jusuf Kalla
Tempointeraktif.com - Dukungan Terhadap Tempo Terus Menguat
KoranTempo - "PON Belum Jadi Ajang Pembinaan"
detikcom - Jenazah Korban Penyanderaan di Rusia Mulai Dimakamkan
KoranTempo - "Biarkan Saya Membebaskan Anwar dari Kursi Roda"
Gatra.Com - Diet Pacar Ronnie
detikcom - Bom Bunuh Diri di Irak Tewaskan 17 Orang
Gatra.Com - Jurus Bisnis Eddie Widiono
detikcom - Kiai-kiai Pasuruan Minta Warga NU Menangkan Mega-Hasyim
detikcom - Parpol Salah Persepsikan Gerakan Reformasi 1998
KoranTempo - Hasyim Muzadi Bertemu Abdurrahman Wahid
detikcom - SBY Tengok Cak Nur di Singapura
Tempointeraktif.com - Kapolri Nobatkan Putri Indonesia sebagai Duta Anti Narkoba
detikcom - Dihadiri Mega, Ribuan Orang Padati Kampanye Antinarkoba
Gatra.Com - Menjaga Memori Tiga Turunan
Tempointeraktif.com - KA Penataran Tabrak Mobil, 11 Tewas
Tempointeraktif.com - Kalla Mengaku Belum Mendapat Surat Teguran dari Golkar
Gatra.Com - Konser Timor Leste Jamrud
Tempointeraktif.com - Wartawan Bandung Gelar Aksi Solidaritas Dukung Tempo
Tempointeraktif.com - Mahfud: PKB Tetap Dapat Tawaran Menteri
KoranTempo - "Koruptor Harus Ditembak Mati"
Tempointeraktif.com - Puluhan Aktivis Falun Gong Gelar Aksi di Pantai Kuta
detikcom - Penobatan Hangabehi Terancam Tanpa Busana Kelengkapan
KoranTempo - "Kalau Pers Terancam, Masyarakat Juga Terancam"
Tempointeraktif.com - Presiden Canangkan Kampanye Melawan Narkoba
detikcom - Angin Topan Frances Ancam Kota New York
detikcom - Mahfud MD : Bila PKB Tak Netral Akan Buruk di Masa Depan
Tempointeraktif.com - Jusuf Kalla Harap Pengadilan Bertindak Adil Soal Kasus Tempo
detikcom - Presiden Megawati Canangkan Kampanye Aksi Antinarkoba
Tempointeraktif.com - Hayono Isman: Koalisi Kebangsaan Koalisi Anti Reformasi
Tempointeraktif.com - Pramono: Kunjungan Mega ke Abah Anom Murni Silaturrahmi
KoranTempo - PON: Demi Emas atau Prestasi?
detikcom - Tolak Kriminalisasi Pers, Ratusan Orang Demo di Bundaran HI
Gatra.Com - Irianto dan Kawasan Janda
detikcom - Nama 11 Korban Tewas Tabrakan KA Vs Pick Up di Blitar
Tempointeraktif.com - Koalisi Kerakyatan Dideklarasikan di Jawa Timur
detikcom - Ditabrak KA Penataran, Pick Up Terseret 0,6 KM dan Hancur Lebur
Forum Views () Forum Replies ()
Ekbis Perusahaan Asuransi Bisa Ditutup
03 September 2002 TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Hotbonar Sinaga, berpendapat bahwa penutupan perusahaan asuransi bisa saja dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. 'Aturannya tidak melarang,' kata dia usai acara Sertifikasi Unit Link Product di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (3/9).
Seperti diketahui, pemerintah akan menutup beberapa perusahaan asuransi pada pekan ini. Keputusan pemerintah tersebut diambil karena perusahaan-perusahaan itu tidak bisa memenuhi standar risk based capital (RBS) 120 persen, seperti ketentuan pemerintah. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Asuransi Jiwa Namura, Pura Nusantara, Nabasa, Buana Putra, Berkah Harda Sentosa dan Asuransi Umum Asasi.
Meskipun demikian, Hotbonar berpendapat, pemegang polis asuransi perlu mendapat prioritas utama, bila sebuah perusahaan asuransi dilikuidasi atau bangkrut. 'Jadi masalah pemegang polis diselesaikan setelah penyelesaian masalah karyawan,” kata dia. Bahkan jika perusahaan asuransi bersangkutan masih memilki utang pajak, maka pajak tersebut dibayar terlebih dahulu, dan setelah itu pembayaran polis diselesaikan.
Selama ini, menurut Hotbonar, belum ada lembaga penjamin polis asuransi. Otoritas Jasa Keuangan, yang rencananya juga akan menjadi penjamin lembaga asuransi, baru akan terbentuk pada 2005.
Terhadap perusahaan asuransi yang belum memenuhi ketentuan pemerintah tersebut, dia menyarankan untuk mencari investor baru. Saran lainnya adalah menambah modal. 'Tetapi langkah ini susah,' katanya. Karena itu, dalam jangka pendek yang bisa dilakukan oleh lembaga asuransi adalah melakukan revaluasi (penghitungan kembali) aset yang dimiliki. Tapi, langkah ini tidak meningkatkan uang masuk.
Hotbonar berpendapat, penutupan perusahaan asuransi tetap akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bisnis asuransi. Tetapi, dirinya tetap yakin sektor asuransi masih bakal mencapai pertumbuhan sampai 30 persen pasca penutupan tersebut. (Multazam – TNR)
Berita Acak dari arsip :

