At least 19 people were killed and 45 wounded when a suicide bomber rammed his explosives-laden car into a police station in northwest Pakistan on Monday, destroying the building, police said.
By Mustansar Baluch
New Zealand extended a state of emergency in earthquake-hit Christchurch Monday as the army enforced a no-go zone amid reports of looting in the rubble-strewn heart of the city.
Asia Pacific News
- Suicide car bomber kills 19 in NW Pakistan: police
- Nineteen killed in suicide bombing in Pakistan
- Emergency extended in quake-hit New Zealand city
- Malaysia, Indonesia ministers meet to soothe tensions
- China's 'miracle' Shenzhen marks 30 years
- Australia poised for new government
- Indonesia's lax gun control a boon for militants - report
- Republika - Dai Sebagai Obat Tumpulnya Moral umat | 24 September 2007
- Gatra.Com - Dikti: PT BHMN Atasi "Kegemukan" PTN | 21 July 2004
- detikcom - Kejaksaan Agung Bantah Tutupi Kronologi Penangkapan Adelin | 15 September 2006
- Kompas - Beating University of Queensland, FHUI Grabs 2nd Prize in Imlam | 13 July 2009
Other News on Senin, 9 September 2002
KoranTempo - BPPN Undang 5 Bank Investasi Asing untuk Penjualan Danamon
KoranTempo - Golkar, Jangan Main Pelintir
Gatra.Com - Pengunjuk Rasa Bakar Boneka Sutiyoso
Gatra.Com - Topan Sinlaku Landa Cina, 20 Tewas
KoranTempo - Kelly Kwalik Tuding TNI Ada di Balik Kasus Timika
Gatra.Com - Perlu Keseriusan, Antisipasi Kedatangan 80 Ribu TKI
Tempointeraktif.com - Menteri Sosial: Pengungsi Tinggal 400 Ribu Orang
Gatra.Com - Nuwa Wea: Tutup Perwada TKI Nunukan
KoranTempo - Komitmen Tingkat Pelayanan dan Implementasi Duopoli
Tempointeraktif.com - Ulama Dukung Sutiyoso, Demonstran Bawa Sapi
Tempointeraktif.com - Polda: Itu Hak Irma Melapor ke Ombudsman
KoranTempo - Pejabat Publik Terpidana, Perlukah Mundur?
Tempointeraktif.com - Departemen Kehakiman Bertanggungjawab Soal Pencekalan Akbar
Tempointeraktif.com - Besok Hamzah-Li Peng Bahas Penyelundupan Barang Cina
Tempointeraktif.com - Amirruddin: Pencekalan Bukan Wewenang Kami
Gatra.Com - Perampok Bobol Kantor AP Buenos Aires
Tempointeraktif.com - Pemerintah Akan Sambut Baik Rencana Pembentukan Pansus TKI
Gatra.Com - Di Sabah Masih Tertinggal Cinta
Tempointeraktif.com - Mantan Direktur PT Bahana Dituntut Delapan Tahun Penjara
Gatra.Com - Presiden Perancis Tolak Penggulingan Saddam
KoranTempo - BTN Lepas Kredit Rumah Bersubsidi
Tempointeraktif.com - Kapolri: Kelompok Petualang Sumber Kerusuhan di Maluku
Gatra.Com - Enggan Pulang Kampung, 17.600 TKI Bertahan Di Nunukan
KoranTempo - Pengangguran, Kemiskinan, dan TKI
KoranTempo - Tak Ada yang Dapat Hentikan AS
Tempointeraktif.com - Polisi Tangkap 74 Pelaku Tawuran di Indramayu
Tempointeraktif.com - Prajurit TNI di Lhokseumawe Wajib Apel Enam Kali Sehari
KoranTempo - Menyaksikan (Lagi) Kiri-Tengah di Ujung Tanduk
Gatra.Com - Utusan UNESCO Pingsan Saat Berpidato
Tempointeraktif.com - Menakertrans Perintahkan Pembubaran PJTKI di Nunukan
KoranTempo - Pilihan Getir Akbar
KoranTempo - Dukungan Absen, AS Akan Serang Irak Sendirian
KoranTempo - Yang Amat Diinginkan Sebelum Mati
KoranTempo - Indofarma dan Suny Corp. Dirikan Perusahaan Patungan
Tempointeraktif.com - Kadin Inggris Tandatangani MoU Investasi di Sul-Sel
Gatra.Com - Kanselir Jerman Tentang Rencana AS Serang Irak
Tempointeraktif.com - Penulisan Nama Calon Gubernur DKI Harus Sesuai SK DPRD
Gatra.Com - PPP NTB Tak Persoalkan Investasi ke PT QSAR
Gatra.Com - "RS Terapung" di Nunukan Sudah Beroperasi
Tempointeraktif.com - Sejumlah Organisasi Masyarakat Demo Tolak Sutiyoso
KoranTempo - Indosat Tambah Fungsi Sentral Gerbang Internasional
Gatra.Com - Rakyat Afghanistan Setuju Mata Uang Baru
KoranTempo - Rupiah Diduga Bakal Melemah
KoranTempo - DoCoMo Turunkan Target
KoranTempo - Petisi 13 LSM Menghadang
Tempointeraktif.com - Seniman Demo Anti Pembajakan di Mabes Polri
Tempointeraktif.com - Bagir Manan Tolak Komentari Kasus Akbar
KoranTempo - Pemberontak Tewaskan 48 Polisi Nepal
KoranTempo - Pakistan Tangkap 14 Pemimpin Partai Oposisi
Tempointeraktif.com - Sidang HAM Timtim: Saksi Bingung, Hakim Jengkel
Gatra.Com - Sampras Juara Tunggal Putra
Gatra.Com - PM Australia Desak PBB Bertanggung Jawab atas Pembangkangan Baghdad
KoranTempo - Li Peng Tiba di Indonesia
Tempointeraktif.com - KPPU Minta Posisinya Sebagai Lembaga Peradilan Dipertegas
Tempointeraktif.com - Sektor Migas Masih Dipandang Bagus Oleh AS
Gatra.Com - BPN Lampung Siap Sertifikatkan 5.000 Lahan Masyarakat
KoranTempo - Partai dan Calon Presiden
KoranTempo - Katakan dengan Cokelat
Tempointeraktif.com - Bom Meledak di Pangkalan Brandan
KoranTempo - Kunjungan Presiden Megawati Tidak Tepat
Tempointeraktif.com - DPR Menerima Permintaan Maaf Menteri Agama
KoranTempo - Kreditor dan AriaWest Diminta Selesaikan Silang Pendapat Soal Utang
Tempointeraktif.com - Perusahaan Gas Negara Terima Hibah US$ 655 Ribu
Tempointeraktif.com - Sultan HB X Tak Setuju Otonomi Khusus
KoranTempo - RUU Pemilu Presiden: Calon Harus Bebas dari Kasus Hukum
KoranTempo - Presiden Gembira Ada Hakim Ditindak
KoranTempo - Asosiasi TV Swasta: Pembentukan Jaringan TV Tidak Perlu Diwajibkan
KoranTempo - Andrew Steer, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia yang Baru
KoranTempo - Malaysia Perketat Pemberian Visa Pelajar
KoranTempo - Jusuf Kalla: Indonesia-Malaysia Saling Membutuhkan
KoranTempo - Minggu Depan, Jasa Marga Bayar Aset BPPN
Tempointeraktif.com - Akbar Masih Ketua DPR, Amien Bilang Tidak Tahu
Gatra.Com - Deklarator Malino Desak Polisi Tangkap Damanik
Tempointeraktif.com - Mendagri Tetap Perjuangkan Hak Pilih TNI
KoranTempo - "Apakah DPR Tidak Malu"
KoranTempo - Tak Semua Daerah Dukung Akbar Tetap Jadi Ketua Umum
Gatra.Com - GDS Sepakat Jadikan Indonesia Tempat Produksi Kymco
KoranTempo - ASEAN Telecom, Acacia dan ASEAN Cableship
Gatra.Com - Jenazah Prada Slamat Abadi Dikirim ke Palembang
Tempointeraktif.com - Yusril ke Malaysia, Desak Perlindungan Pekerja Asing
KoranTempo - Edwin Soeryadjaya Jajaki Aliansi dengan ST Telemedia untuk Tender Indosat
KoranTempo - PLN Bangun Terminal Gas di Jawa
Tempointeraktif.com - Defisit APBN 2002 Turun Rp. 1,7 Triliun
KoranTempo - Jumlah Penonton TV Indonesia Urutan Kedua
KoranTempo - Teori Arrow:
Gatra.Com - Terbentuk, Asosiasi DPRD Se-Provinsi Jambi
Tempointeraktif.com - Satu Prajurit TNI Tewas Ditembak GAM
Tempointeraktif.com - Dua Remaja Malaysia Dideportasi
KoranTempo - Anggota Komisi Nasional HAM Mulai Kampanye
Gatra.Com - Norwegia Bantu SLB di Indonesia 4 Juta Dolar
Tempointeraktif.com - Gema Kosgoro Sulawesi Tenggara Tuntut Akbar Mundur
KoranTempo - RUU: Grasi Tidak Menunda Hukuman
Gatra.Com - Kanada Tak akan Dukung Aksi Militer AS ke Irak
KoranTempo - Mien Uno, Guru Ibu Wakil Presiden
Tempointeraktif.com - Dermaga Pendek, Rumah Sakit Terapung Tak Bisa Merapat ke Nunukan
KoranTempo - BPK Diminta Audit Investigasi Peruri
Tempointeraktif.com - Kwik: Rp25,9 Triliun tak Tercantum di RAPBN
Tempointeraktif.com - BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 3,5 – 4,5 Persen
Gatra.Com - Komisi VI DPR Terima Permohonan Maaf Menag
Gatra.Com - Penerbangan ke Bali "Banting Harga"
Tempointeraktif.com - Irma Hutabarat Mengadu ke Komisi Ombudsman Nasional
KoranTempo - " Segera Ambil Keputusan"
KoranTempo - Sudah Tubuh Lebih Tinggi, Gaji Lebih Banyak
KoranTempo - Penembak Kapolres Aceh Utara Pakai Seragam TNI dan Brimob
KoranTempo - Grup Lippo Tetap Wajib Bayar Rp 300 Miliar
Gatra.Com - Hamzah Haz: PPP Tak Tanam Modal di PT QSAR
Tempointeraktif.com - HMI Gowa Desak Akbar Mundur
Gatra.Com - Pedagang Besar Farmasi Diduga Terlibat Peredaran Obat “G”
KoranTempo - "Penyelesaian Telkom-AriaWest di Luar Arbitrase Masih Terbuka"
KoranTempo - Menanti Kepedulian Sosial Musisi
Tempointeraktif.com - Mabes Polri Ganti Enam Kapolres di Jakarta
KoranTempo - Indeks Tergantung Sentimen regional
Tempointeraktif.com - Pengunjuk Rasa Bakar Boneka Sutiyoso
Forum Views () Forum Replies ()
Universitas Widyatama Buka Program Intelijen Bisnis
Jakarta, 11 Juli 2005 17:16
Mulai tahun ajaran 2005/2006 Universitas Widyatama (Utama) Bandung membuka program magister manajemen bidang intelijen bisnis (business intelligence). Program studi ini merupakan tingkat master pertama di Indonesia di bidang ini.
"Mengetahui informasi saja ternyata tidak cukup. Kita harus bisa mengolah dan menganalisisnya menjadi penunjang bisnis," kata Elisabeth Koes Soedijati, Pembantu Rektor Bagian Operasional Universitas Widyatama, Senin (11/7).
Menurut Dyah Kusumastuti, Ketua Program Studi Bussiness Intelligence Utama, selain dapat diterapkan pada perusahaan swasta ilmu yang diperoleh juga dapat digunakan Pemerintah Daerah (Pemda). Misalnya, untuk membuat kebijakan otonomi daerah.
Bussiness Intelligence, menurutnya, merupakan sebuah proses pengolahan dan analisis informasi dari sumber informasi publik, dengan menggunakan kreativitas dan pendekatan ilmiah dalam mendukung
keputusan-keputusan bisnis.
Dyah mengatakan, karena bekerja sama dengan Universite Paul Cezanne Aix-Marseille III (UPCAM) Prancis dan sebagian dosennya berasal dari sana, program studi ini akan menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
"Kami tidak mensyaratkan nilai IPK dalam pendaftaran, melainkan nilai TOEFL," kata Dyah. Sayangnya, Universitas Widyatama tidak menetapkan berapa skor TOEFL minimal yang harus dipenuhi peserta yang mendaftar.
Setiap peserta program studi ini harus merogoh kocek minimal Rp 35 juta, untuk biaya kuliah sampai selesai. Uniknya, alumni Bussiness Intelligence dapat meraih dua gelar yang diakui, yakni MM.Bi Universitas Widyatama yang diakui Ditjen Dikti, dan MT.Ing. Universite Paul Cezanne Aix Marseille III (UPCAM) yang diakui pemerintah Prancis dengan standar Eropa.
Dyah mengatakan, profesi yang dapat ditekuni alumni Bussiness Intelligence ini nantinya adalah sebagai pemantau kompetitor, customer, SDM, politik, dan ekonomi; bussiness intelligence officer; bussiness inteligence consultant, dan sebagainya. Rencananya, 25 orang menjadi target penerimaan tahun pertama pembukaan program studi ini. [MYR]
Berita Acak dari arsip :

