Second woman sues Casey Affleck for harassment
By James Hibberd
By Matthew Belloni
Entertainment News
- US-ENTERTAINMENT Summary
- As Emmys host, Jimmy Fallon aims not to offend
- Second woman sues Casey Affleck for harassment
- Kings of Leon moves past "Pigeon-gate"
- "Jersey Shore" star Snooki arrested
- Teen stars align for "Camp Rock 2" soundtrack
- "Law & Order" TV show fails to find a new network
- Republika - ATM Dibobol, Rp 1,1 Miliar Raib | 5 March 2008
- detikcom - Sering Deg-degan? Hati-hati Gangguan Irama Jantung | 12 July 2007
- Tempointeraktif.com - Enam Pasien Suspect Flu Burung di Makassar Masih Dirawat | 5 October 2006
- Mourinho Dihukum Tiga Laga, Cambiasso-Muntari Dua | 23 February 2010
Other News on Jumat, 23 April 2004
KoranTempo - Yudhoyono dan Amien Ubah Strategi
Tempointeraktif.com - Hacker IT KPU Sudah Diindentifikasi
KoranTempo - Masalah Obat dan Suplemen Makanan
Tempointeraktif.com - Cak Nur: Kita Pernah Trauma Rezim Militer
KoranTempo - Bank CIC, Pikko dan Danpac Akan Dimerger
Tempointeraktif.com - BI Segera Keluarkan Surat Pencabutan Ijin 52 BBO/BBKU
KoranTempo - BPPN Nyatakan Bank Danamon, BII, dan Bank Permata Sehat
KoranTempo - Dua Jenderal di Panggung Pemilihan
KoranTempo - Lima Bulan Menjadi Kapten Gadungan
Tempointeraktif.com - MK Gelar Sidang Tujuh Hari Setelah Hasil Pemilu Diumumkan
Tempointeraktif.com - Komisi I akan Panggil Duta Besar AS
KoranTempo - Diselimuti Kejanggalan
KoranTempo - Penjualan Properti di Jakarta Turun
KoranTempo - Protes Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand
Tempointeraktif.com - Konsorsium Eropa, China dan Jepang Siap Danai Terowongan Jawa-Sumatera
KoranTempo - Pemasok Senjata Api untuk Gunawan Ditangkap
KoranTempo - Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Fatwa PKB
Tempointeraktif.com - KPU Minta Saksi Parpol Bawa Data Otentik
Tempointeraktif.com - Yudhoyono Klarifikasi Isu Seputar Dirinya
Gatra.Com - SBY Siap Bersaing dengan Wiranto
KoranTempo - Tim Peneliti Situs Buni Segera Dibentuk
KoranTempo - Presiden Keluarkan Keppres Pemberhentian Kalla
Tempointeraktif.com - Tim PPTKI Tolak Pemindahan Kedatangan TKI ke Ciracas
KoranTempo - Sumbangan Sektor Perikanan Terhadap PDB Ditargetkan Meningkat
Tempointeraktif.com - Pemerintah Akan Beri Insentif di Sektor Kelistrikan
KoranTempo - Kontraktor Listrik Tak Lagi Bekerja
KoranTempo - Boyce: AS Bisa Bekerja Sama dengan Wiranto
Gatra.Com - Cak Nur Usulkan Partai Oposisi
Tempointeraktif.com - Bank Buana Bagikan Sisa Dividen Rp 66,5 Miliar
Tempointeraktif.com - MK Tolak Permohonan Uji Materil Dari PKB
Tempointeraktif.com - Serikat Pekerja Hotel Indonesia Hentikan Demo
KoranTempo - BP MPR: Impeachment Tak Lewat Mahkamah Konstitusi
Tempointeraktif.com - Koperjati Tolak Pemindahan Transit TKI ke Ciracas
Tempointeraktif.com - Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
KoranTempo - Barisan Muda Nahdliyin Tolak Pencalonan Hasyim
KoranTempo - Pemerintah Sediakan 15 Ribu Rumah untuk Pekerja
KoranTempo - Jakarta Masih Ada?
KoranTempo - BI Sudah Lacak Aset Pemilik BDB dan Asiatic di Luar Negeri
Gatra.Com - Hujan Deras Masih Terjadi 3-4 Hari ke Depan
Tempointeraktif.com - Jusuf Kalla Serahterima Jabatan kepada Malik Fadjar
Tempointeraktif.com - Mei,UOB Singapura Masuk Ke Bank Buana
Tempointeraktif.com - KPU Evaluasi Sembilan Penghambat Pelaksaan Pemilu
KoranTempo - Penguasa Darurat Militer Periksa Kepala Dinas Perhubungan Aceh
KoranTempo - Salman Rushdie Menikah Lagi.
Tempointeraktif.com - Hamzah Terbuka Bagi Wiranto dan SBY
Gatra.Com - Maradona Lewati Masa Kritis
KoranTempo - Yang Disembunyikan Powell
KoranTempo - Walhi DKI dan Warga Protes Pencemaran Lingkungan
Tempointeraktif.com - Bank Milik Pemerintah Berencana Merger
KoranTempo - Amerika Mulai Rangkul Sunni Irak
Gatra.Com - Anak 4 dan 9 Tahun Tewas dalam Operasi Militer Israel
KoranTempo - Kontrak Pengoperasian PLTG Muara Tawar Dipertanyakan
Gatra.Com - FKB: KPU Sengaja Ganjal Gus Dur
Tempointeraktif.com - Sutiyoso: Tidak Ada Penolakan LPJ Tahunan
Tempointeraktif.com - KPK Didesak Segera Periksa Gubernur Puteh
Gatra.Com - Siswono: Amien Rais Salah Satu Calon yang Baik
Tempointeraktif.com - Perpu Tambang Dibuat Tanpa Didahului Kajian Dampak
Gatra.Com - Gudang PT Argo Pantes Jababeka Terbakar
Tempointeraktif.com - Politikus Lama Kembali Masuk Parlemen
Tempointeraktif.com - DPR Belum Pasti Setujui Perpu Tambang
KoranTempo - Anak Perusahaan Jakarta Setiabudi Dapat Pinjaman
KoranTempo - Timor Leste-Australia Akhiri Perundingan Pertama
Tempointeraktif.com - Syafi'i Ma'arif: Pemimpin Militer Bisa Kembalikan Otoritarianisme
KoranTempo - Anggota Dewan Bongkar Gembok Pagar SMP 56
KoranTempo - Tilang Sabuk Pengaman Diberlakukan 5 Mei
Gatra.Com - Lima Tokoh Perfilman Diberi Penghargaan
Tempointeraktif.com - 16 Ekor Satwa Langka Akan Dilepas ke Alam Bebas
KoranTempo - Karyawan Garuda Inginkan Dirut Orang Dalam
Tempointeraktif.com - Puluhan Massa Tolak Pencalonan Wiranto
Tempointeraktif.com - Gudang Pemintalan Benang PT Argo Pantes Terbakar
KoranTempo - “Tak Ada Perlindungan Hukum di Indonesia”
KoranTempo - Alternatif
Tempointeraktif.com - Senin, Mabes Polri Periksa Ba'asyir
KoranTempo - Laba Bersih Ban Danamon Naik Pesat pada Kuartal I Tahun Ini
Tempointeraktif.com - Akibat Penutupan BDB, Pemerintah Talangi Rp 324 Miliar
KoranTempo - Dua Pencinta Alam Tewas di Gua Gudawang
KoranTempo - "Masyarakat Belum Pahami Fungsi DPD"
Gatra.Com - PPP Tak Pernah Menolak Capres Wanita
KoranTempo - Lima Perusahaan Terbuka Raih Predikat Terbaik
Tempointeraktif.com - Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
Gatra.Com - SBY: Saya Bukan Capres Boneka
Tempointeraktif.com - Guruh Temui Sultan Hamengku Buwono X
Gatra.Com - MK Tolak Permohonan Gus Dur
Gatra.Com - Pelabuhan Makassar akan Diperluas
KoranTempo - Syaharani Kemalingan
Gatra.Com - Kontes Pesona Dua Jenderal
Gatra.Com - Mabes Polri Kirim Surat Pemeriksaan Ba'asyir
Tempointeraktif.com - Pengadilan Pailitkan Prudential Life
Tempointeraktif.com - Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
Tempointeraktif.com - Wiranto Sewa 237 Kamar
Tempointeraktif.com - Angin Puyuh Hancurkan Puluhan Rumah di Batam
KoranTempo - Sekolah Dilikuidasi
Tempointeraktif.com - Amien Rais Umumkan Capres Pendampingnya, 28 April 2004
KoranTempo - Membangkitkan Tabu Nuklir Israel
KoranTempo - Perawan Pemikat Vanunu
Tempointeraktif.com - Bahana Akan Ditunjuk untuk Danai Tol Jawa Tahap I
Gatra.Com - Taman Safari Terima Delapan Meerkat dari Afsel
KoranTempo - Kepolisian Selidiki Dugaan Keterlibatan PPI Dalam Impor Gula Ilegal
KoranTempo - BI Segera Cabut Izin Usaha 52 Bank BBO/BBKU
KoranTempo - Pemerintah Berharap DPR Setujui Perpu Kehutanan
KoranTempo - Bush Akan Bersaksi 29 April
KoranTempo - BP MPR: Impeachment Tak Lewat Mahkamah Konstitusi
Tempointeraktif.com - BNI Bayar Dana Nasabah BDB dan Asiatic Rp 195,8 miliar
KoranTempo - BPPN Sudah Teken Perjanjian Penyelesaian Akhir Bob Hasan
Gatra.Com - Kerusakan Moral, Akibat Hilangnya Peran Adat
Tempointeraktif.com - Penandatanganan KKS Pertamina Tertunda
KoranTempo - Tanpa Dendam
Tempointeraktif.com - Majelis Syuro Tidak Akan Sebut Nama Capres
KoranTempo - Kenalilah Pemilih Anda dengan Baik!
KoranTempo - Mandom Indonesia bagikan deviden
Tempointeraktif.com - Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
Gatra.Com - "Queen Mary 2" Berlabuh di New York
KoranTempo - Menteri Tim Sukses Capres Harus Non Aktif
KoranTempo - Gubernur Minta Manajemen HI Lindungi Karyawan
Tempointeraktif.com - Parpol Pertanyakan Validitas Salinan Perolehan Suara
KoranTempo - Radar Jogja Didenda US$ 600 Ribu
Forum Views () Forum Replies ()
Sehari Meneliti Air Mereka meneliti air. Mereka juga melakukan mewawancara warga yang memanfaatkan air sungai.
Kamis, 28 Desember 2006. Seharian, puluhan siswa Bekasi perwakilan dari SMAN 2, SMAN 6, SMA YPI '45, dan SMA AL-Azhar IV Kemang Pratama, memantau kualitas air Bekasi mulai dari hulu hingga hilir. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama mengamati air di hulu Sungai Bekasi, yakni di Desa Cimandala, Kecamatan Babakan Madu. Kelompok kedua mengamati air di Bendungan Hasibuan Kali Bekasi. Kelompok ketiga kebagian tugas mengamati air di pertemuan Sungai Bekasi dan Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL), di wilayah Babelan.
"Idih, air sungai hitam seperti itu setiap hari masih dipakai mandi warga sekitar lho," celetuk Srikandi, siswi SMAN 2 yang tegabung dalam kelompok hilir. Sambil mencelup-celupkan alat indikator ke dalam sebotol sampel air sungai, Clareza, yang satu kelompok dengan Srikandi, mengatakan, kadar keasaman (pH) air yang ditelitinya menunjukkan angka enam (asam).
Kelompok kedua yang meneliti kondisi air di Bendungan Hasibuan juga mengungkapkan hal yang tidak jauh berbeda. Meski tidak berbau, menurut Bowo, kondisi air yang ditelitinya tidak layak untuk dikonsumsi. Warna sampel air yang dibawa Bowo terlihat berwarna cokelat pekat, dengan pH enam. Dengan langgam seperti seorang peneliti, Bowo pun sempat sedikit berkesimpulan, "Air Sungai Bekasi sudah terkontaminasi limbah."
Hasil penelitian kelompok hulu menunjukkan hasil yang positif. Sampel air yang diambil dari mata air Gunung Pancar, tidak berwarna dan tidak berbau. Kekentalan air sungai (viskositas) juga masih lebih baik dibanding air mineral, dengan pH 7. "Udara di wilayah hulu masih sejuk, airnya masih jernih dan belum tercemar," kata Danu, salah satu anggota kelompok.
Pengamatan sekaligus penelitian langsung ke lapangan tersebut, seperti membuka mata sebagian besar siswa Bekasi itu. Konsumsi air warga Bekasi, selain dari air tanah, juga berasal dari olahan PDAM Bekasi yang sumber airnya dari sungai yang mereka teliti itu. "Air kita berarti sudah tercemarnya ya," kata Riski Marina setengah bertanya kepada temannya, ketika mempersiapkan bahan persentasi hasil penelitian.
Tercemar? Memang. Mau bukti? Pertengahan November 2006 lalu, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi sempat meneliti sampel air di Bendungan Hasibuan, setelah beberapa hari sebelumnya banyak ikan mendadak klenger. Dinas LH saat itu berkesimpulan, sampel air telah tercemar zat kimia ataupun zat beracun. Komponen yang menjadi indikator yakni, zat padat terukur (hasil penelitian normal), oksigen terlarut (kandungan oksigen dalam air kurang), nitrit (kandungan melebihi ambang batas), amonia (kandungan berlebih), dan chemical oxygen demand (cukup).
Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan (PDL) Dinas LH Kota Bekasi, Endar Marjani, yakin pencemaran zat kimia ataupun zat beracun terhadap air sungai akibat limbah industri berskala kecil, menengah, dan besar. Faktanya, 250 industri berskala besar dan kecil di Kota Bekasi, setengahnya tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). "Tidak punya IPAL, mereka membuang limbahnya ke sungai," kata Endar.
Lantas, apa tujuan dari kegiatan Water Testing Day (WTD), dari program Cinta Air yang diprakarsai Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan USAID ini? Menurut Titie Sadarini dari CCFI, tujuan kegiatan (WTD) adalah memberi pemahaman dini kepada siswa akan pentingnya konservasi air sebagai sumber kehidupan. Selain itu, Titie mengharapkan ke depannya para siswa dapat menelurkan insiatif-inisiatif dalam berperan serta memperbaiki lingkungannya. "Mengapa Bekasi yang kami pilih untuk program ini? Karena berdasarkan literatur, daerah penyangga Jakarta adalah daerah yang sumber daya energinya lebih bermasalah," tegas Titie.
Meneliti Sambil Mereportase
Selain meneliti air, kegiatan Water Testing Day juga menjadi ajang kegiatan jurnalistik para anggotanya. Dari setiap kelompok, dua orang di antara mereka bertugas mendokumentasikan proses penelitian dalam sebuah laporan. Laporannya tertulis dan juga pendokumentasian dalam bentuk videotape. "Kayak-nya asyik ya jadi wartawan itu," kata Riski Marina, sambil mengamati hasil rekamannya pada sebuah handycam.
"Kalau saya nggak tanya-tanya langsung ke warga sekitar, mungkin nggak tahu air sungai yang tercemar itu masih digunakan masyarakat untuk mandi, nyuci.. idih," sahut Srikandi, tak jauh dari Riski, sambil mengernyitkan dahi. Srikandi mengaku banyak informasi yang diperoleh dari hasil wawancaranya dengan warga sekitar. Contohnya para petani terong di wilayah Babelan, kata Srikandi, menggunakan air bersih untuk menyiram tanaman pada 50 hari pertama saja. "Sudah lewat 50 hari, mereka menyiram terong dengan air kali yang sangat keruh," jelas Srikandi.
Meski tidak ikut langsung meneliti sampel air, Srikandi merasa beruntung mendapat tugas reportase dalam kelompok. Pasalnya, Srikandi menjadi bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan lebih dahulu tahu informasi terkait pencemaran air sungai. Bertemu orang baru, merekam rusaknya lingkungan akibat pencemaran sungai, adalah beberapa hal yang disyukuri Srikandi, ketika menjadi 'wartawan' sehari.
Dethia Morent, siswi SMAN 6, mengaku sengaja memilih bagian tugas jurnalistik dalam kelompok, lantaran telah mengenal dunia jurnalistik di sekolahnya. Di SMAN 6, siswi yang lebih senang dipanggil Dhea itu, adalah anggota aktif program ekstrakulikuler Kistik SMAN 6. Kistik, kata Dhea, adalah sebuah kelompok yang berkegiatan di bidang sastra dan jurnalistik. "Suatu saat nanti saya ingin kerja jadi wartawan," kata Dhea, yang pernah menyabet gelar juara II lomba majalah dinding tingkat SMA se-Jabotabek itu.
(andri saubani )Berita Acak dari arsip :

