In the heart of the Bekaa Valley, a few miles from a temple dedicated to Bacchus, the Roman god of wine, Lebanon's vineyards are in full bloom as the country edges into the global wine market.
Oxford press said Monday it has published a new Zulu-English dictionary, four decades after the last such reference book was released for one of South Africa's most widely spoken languages.
A hoax? Joaquin Phoenix film gets viewers guessing
Entertainment News
- Bacchus inspires new wine-makers in Lebanon
- South Africa gets new Zulu dictionary, first in 40 years
- US-ENTERTAINMENT Summary
- Ex-Guns N' Roses bassist leaves Jane's Addiction
- A hoax? Joaquin Phoenix film gets viewers guessing
- Oil well capped, 'shrimp and petroleum' festival goes ahead
- Top Egyptian officials to face trial over Van Gogh theft
- Tempointeraktif.com - AS Akui Dua Pilotnya Tertangkap di Irak | 25 March 2003
- detikcom - Ungkap Pelanggaran HAM Timtim, KKP Panggil Wiranto | 5 September 2005
- Sepak Bola : situs warta era digital | The Reds Gaet Aquilani | 5 August 2009
- Republika - Jakarta Kekurangan Tempat Penampungan Air | 19 February 2008
Other News on Jumat, 25 Desember 2009
Mancini: Para Bintang Dukung Saya
PBNU: Hukumnya Haram, Hentikan Tayangan Infotainment Ghibah
Lorenzo Sempat Berpikir Pensiun di 2008
TPF Minta Kabareskrim Susno Duadji Dinonaktifkan
Siti Fadilah Siap On Call 24 Jam untuk Endang Rahayu
FPD Incar Komisi III Demi Tegakkan Pemberantasan Korupsi
Dahlan Harus Percepat Stok Energi Berkelanjutan
Sasha Obama Lebih Suka Air Force One
Baridin Simpan 300 Meter Kabel Warna-warni di Gubuknya
Merebaknya Film Religi Menjadi Gejala
Juara Dunia Masih Mungkin Buat Schumi
Polisi Tangkap Mertua Noordin
Polisi Belum Pastikan Kapan Tempat Kost di Ciputat Bisa Ditempati Lagi
10 Warga Iran Akan Diserahkan ke Mabes Polri
Uskup Agung Tak Permasalahkan Pergantian Kelamin Dea
Pemecatan Lily Wahid Masih Wacana
Kejagung Siap Gelar Perkara dengan TPF
60% Prajurit Kodam Jaya Ngontrak Rumah
Anggodo Minta Maaf ke SBY
Wanita Pendorong Paus Sudah Niat Sejak Tahun Lalu
Pimpinan DPR Didesak Gelar Rapat Konsultasi dengan Presiden SBY
Keppres Badan Nasional Perbatasan Terbit pada 2010
Rumah Anggodo di Pondok Indah Lengang
Schumacher Incar Gelar Baru
Arshavin: Premiership Tak Gampang
Mancini: Tak Ada Masalah dengan Pemain
Sekolah Budi Mulia Dua Yogya Jalin Kerjasama dengan Vladislava Praha
Dituding Merekayasa, KPK Jamin Kasus Ditangani Secara Transparan
Gus Dur Minta Berziarah ke Makam Ayahnya
'Setan Merah' Nyaris Kalah
Natal Bukan Pesta Duniawi
Banjir Bandang Landa Majalaya
Lily: Tifatul Saja Mundur, Kenapa Muhaimin Tidak?
Liverpool Jeblok, Rafa Ajak Pemain Diskusi
Bulannya Pacquiao, Bukan Bulutangkis Indonesia
Citra PDIP Akan Rusak Jika Calonkan Ayu Azhari
Paus Benediktus Dipukul Wanita
Don Carlo Si Pecinta Film
Barcelona Treble Winners
Fauzi: Malam Natal di Jakarta Kondusif
Benitez Optimistis Tatap 2010
Napi Rutan Solo Dapat Remisi Natal
Pastor HAM dari Keerom
Ancelotti Tak Khawatir Dipecat
Program 100 Hari Menhan Purnomo Yusgiantoro
Penangkapan Baridin Dibantu Pegawai Pariwisata Setempat
300 Pegawai KPK Ajukan Surat Penangguhan Penahanan ke Mabes Polri
Gerindra Konsisten Pilih Jalan Oposisi
Pastor HAM dari Keerom
TPF Minta Penangguhan Penahanan ke Mabes Polri
Mourinho Malu Terima Kado dari Fans
Roma-Toni Saling Tertarik
Hayden Pamer 'Mainan' Baru
Somasi Widodo Umar, Kapolri akan Panggil Susno
Dekat dengan Bos, Carletto Tak Takut Dipecat
Malam Natal Aman Terkendali
Lehmann Diadukan ke Polisi karena Kacamata
Arenas 'Tersandung' Senjata Api
Main Film, Djokovic Jadi Raja Yugoslavia
Gus Dur Akan Cuci Darah di RSCM
Perjanjian AADMER Diberlakukan
Empat Tahun Tanpa Gelar Jadi Periode Terbaik Wenger
Oke di Milan, Dinho Mau ke Afsel
Forum Views () Forum Replies ()
Korban Pertama Bom London Teridentifikasi
Senin, 11 Juli 2005 | 15:46 WIB TEMPO Interaktif, London:Kepolisian London untuk pertama kalinya berhasil mengidentifikasi seorang korban aksi pemboman Kamis (7/7). Korban dikenali bernama Susan Levy. Namun tak dijelaskan apakah ia menjadi korban pemboman di bus atau di stasiun kereta api bawah tanah.
Menurut Menteri Dalam Negeri Hazel Blears, proses pengidentifikasian para korban merupakan pekerjaan yang sangat kompleks. “Anda bisa bayangkan implikasinya jika kita salah mengidentifikasi,” ujarnya.
Sedikitnya 50 orang tewas dan sekitar 700 orang lainnya mengalami luka-luka akibat tiga ledakan bom di stasiun kereta api bawah tanah dan sebuah bus. Tim penyelamat hingga saat ini dikabarkan masih kesulitan memasuki terowongan yang panas dan penuh dengan debu. AFP
Berita Acak dari arsip :

