The leader of the world's most populous Muslim-majority country, Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono, warned Friday that a US pastor's plan to burn the Koran threatened global peace.
An Indonesian volcano that returned to life after four centuries of inactivity threw an ash cloud thousands of metres into the air Tuesday in its most most violent eruption yet.
By Tarmizy Harva
Indonesia News
- Indonesia says Koran burning threatens world peace
- Indonesian volcano unleashes violent eruption
- Indonesian volcano blows again, biggest eruption yet
- Indonesia's lax gun control a boon for militants - report
- Pirates rob tanker as attacks rise in S.China Sea
- Indonesian fashion scores Ramadan hit
- Eleven Indonesian police arrested over riot deaths
- DetikSport - Sempat Dicoret, Squash Tetap Ikut Sea Games | 4 October 2007
- detikNews : situs warta era digital | Korban Lumpur Lapindo Bersitegang di Lokasi Tanggul | 19 November 2008
- Gatra.Com - Surat Korea Seharga Sepuluh Juta | 7 March 2006
- Brad Pitt Tandingan Beckham untuk PD 2018-2022 | 3 June 2010
Other News on Jumat, 9 Agustus 2002
Gatra.Com - Pesawat Militer C-130 AS Jatuh, 10 Tewas
Gatra.Com - RI Berterima Kasih kepada Thailand
KoranTempo - Menciptakan Alternatif Provider Sejati*
KoranTempo - Pemerintah Lanjutkan Dialog dengan GAM
Tempointeraktif.com - Akhir Pekan Indeks BEJ Menguat
Gatra.Com - Anggota DPR Sesalkan Rochmin Lepas Tujuh Kapal Ilegal
Gatra.Com - Berkas “Kasus 27 Juli” Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
KoranTempo - Amerika Tak Dukung Kemerdekaan Taiwan
KoranTempo - Bab Baru para Jedi
Gatra.Com - Wapres Filipina Tuding Bush Bahayakan Perdamaian Dunia
KoranTempo - Pemerintah hanya Kuasai Aset Properti Rp 2 Triliun
Tempointeraktif.com - PTDI akan Mengubah Citra Perusahaan
KoranTempo - Diputus Hakim Manulife, Fadel Tolak Pailit
Tempointeraktif.com - Edy Waluyo Mundur Dari Jabatan Ketua DPRD DKI
Gatra.Com - Sekitar 5 Ribu Mantan Romusha akan Datangi DPRD Jateng
Gatra.Com - Dua Guru Berprestasi dari Bali akan Terima Penghargaan Presiden
Tempointeraktif.com - Samego: Tak Ada Koordinasi TNI-Menko Polkam
KoranTempo - Indonesia Protes Kebijakan Impor Minyak Nabati India
KoranTempo - Dewi Yull Sedang Menggali Sumur
Gatra.Com - WorldCom akui Laporan Keuangan Palsu 3,3 Miliar Dolar
Gatra.Com - Kantor Berita AFP Protes Penangkapan Korespondennya
KoranTempo - Pelaksanaan Duopoli Terganjal Kerja Sama Interkoneksi
KoranTempo - Oposisi Korea Selatan Kuasai Parlemen
Gatra.Com - Amien Rais: Kedudukan Komisi Konstitusi Tak Boleh Sejajar dengan MPR
KoranTempo - "Kami Menentang Bila Dibentuk Negara Islam"
KoranTempo - Boediono: Otoritas Jasa Keuangan Berhak Menutup Bank
Gatra.Com - Rapat Pleno Komisi A Sepakati Rantap MPR Tentang Komisi Konstitusi
Tempointeraktif.com - Malaria Mengganas di Banyumas
Tempointeraktif.com - Polisi Minta Yayasan Amalillah Diproses Hukum
KoranTempo - Citatah Akan Terbitkan Saham Baru
KoranTempo - Enam Perusahaan Terancam Kena Sanksi BEJ
KoranTempo - Mencari Bentuk Komisi untuk Konstitusi
KoranTempo - MPR Tidak Berniat Bubarkan Bank Indonesia
Tempointeraktif.com - Pemerintah Diminta Konsisten Menjalankan Propenas
KoranTempo - Kompetisi Basa-basi
Tempointeraktif.com - Syahril: Kedudukan BI Masih Cukup Kuat
Gatra.Com - Pemerintah RI Jamin Keamanan WN Filipina
KoranTempo - Jalan-jalan Sambil Tidur
KoranTempo - Kucuran Pinjaman Bank Mandiri ke Semen Padang Simpang Siur
Tempointeraktif.com - Proses Hukum di AS Tak Ganggu ExxonMobil di Aceh
Gatra.Com - Suasana Haru Iringi Pengambilalihan CPP Block
Gatra.Com - Bayi Kembar Siam Guatemala Sudah Bisa Gerakkan Mata
Gatra.Com - Menkeu: Pasar Modal Indonesia Bukan Pilihan Investor
KoranTempo - Indosat Bangun 700 Ribu SST Lewat Tender
Gatra.Com - Nurdin: Warga Tionghoa Indonesia Bisa Berpolitik Praktis
KoranTempo - Titah Hamzah: Hindari Voting Pasal 29
Gatra.Com - Polisi Sergap WN Belanda Pemasok Ekstasi
KoranTempo - Telkom, Terbaik Versi Majalah Indonesian Business
KoranTempo - Tiga Kelompok Massa Ramaikan Senayan
KoranTempo - Tim Ekonomi Mengaku Sudah Jalankan GBHN
KoranTempo - Penjelasan Nike Indonesia
KoranTempo - Suu Kyi Tak Pernah Ingkar Janji
KoranTempo - Rekomendasi Lama untuk Presiden Yang Sama
KoranTempo - Voting Diprediksi Hanya untuk Dua Masalah
KoranTempo - Suplai Gas Senilai US$ 2,9 Miliar Mulai Mengalir
KoranTempo - Libya Setuju Beri Kompensasi kepada Korban Lockerbie
Gatra.Com - Amien Rais: Alternatif dari Dua Pasal Amandemen Tak akan Divoting
KoranTempo - "Presiden" dan Kotoran Sapi
Gatra.Com - Sukamiskin Siapkan Ruang Bekas Waria bagi Tommy
KoranTempo - Mujahiddin Somasi Iklan "Islam Warna-Warni"
Gatra.Com - Berbagai Kegiatan Peringati Satu Abad Bung Hatta di Sumbar
Gatra.Com - Aparat TNI Temukan Tujuh Mortir di Ambon
KoranTempo - Polisi Hentikan Penyidikan "Koordinasi" Tommy
Gatra.Com - Sekadar Pulang untuk Kembali
Gatra.Com - Tersinggung Dikritik, Guru Pukuli Murid
KoranTempo - Belajar dari Pengalaman Negeri Tetangga
KoranTempo - Pensiunan Tentara Minta Amandemen Dihentikan
KoranTempo - Kartu Canggih Pengganti Paspor
Tempointeraktif.com - Kesehatan Soeharto Diumumkan Senin (12/8)
Gatra.Com - Pembentukan Komisi Konstitusi Merupakan Kesepakatan Politik
Gatra.Com - Kapolri: Bahan Peledak di Kalideres Berpidahtangan ke Teroris
Gatra.Com - Nakamura: Jika Terus Kacau, Dunia Tolak Indonesia
KoranTempo - Aktivitas Sepi, IHSG Terkoreksi
Tempointeraktif.com - Polisi Tangkap Empat Tersangka Kasus Bom Kalideres
Gatra.Com - Adi Sasono: Semakin Lama, Semakin Tak Menguntungkan Bersama IMF
KoranTempo - Lembaga Internasional Pertanyakan Penghapusan Penjaminan Dana Nasabah
Gatra.Com - Libya Bersedia Bayar Gantirugi Korban Bom Lockerbie
KoranTempo - MA: Periksa Penyuap Hakim Manulife
KoranTempo - Substansi Sidang Tahunan 2003 Belum Disepakati
KoranTempo - Gregorius Seto Hariyanto: Politisi Semata Wayang
Tempointeraktif.com - Badan Arbitrase Pasar Modal Diresmikan
KoranTempo - Rupiah Masih Berpotensi Menguat
KoranTempo - Industri Perbankan Belum Terapkan Ketahanan Operasional
KoranTempo - Tutup Perkara 'Koordinasi' Tommy
KoranTempo - Erakat: Chaos adalah Pilihan Bila Arafat Dicopot
KoranTempo - Musik dan Gaya 80-an
Tempointeraktif.com - Indonesia tidak Kalah dalam Penawaran di Cina
Gatra.Com - Komisi E DPRD: Tindak Tegas Guru yang Aniaya Murid
Tempointeraktif.com - Polda Hentikan Pemeriksaan Tommy karena Alasan Hukum
Gatra.Com - Kraton Yogya Genap 255 Tahun
Forum Views () Forum Replies ()
Proyek Terminal Terhambat Pembebasan Lahan
Jakarta -- Proyek Terminal Pulo Gebang masih terhambat pembebasan lahan. Namun, Dinas Perhubungan sudah menyiapkan konsep gamblang untuk terminal pengganti Pulogadung ini.
Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah DKI Jakarta Rustam Effendi mengatakan, masih ada lahan seluas 1,9 hektare yang belum dibebaskan oleh Pemerintah Kota Madya Jakarta Timur. Menurut Rustam, selagi lahan ini belum dibebaskan, pihaknya belum bisa menyiapkan konsep pembangunan terminal ini. "Karena itu, kami belum bisa memberi gambaran tentang konsep terminal ini," kata Rustam di Jakarta, Senin (10/5).
Namun, menurut Rustam, terminal antarkota ini akan dibangun menjadi dua lantai. Lantai 1 dan 2 terminal ini akan terhubung langsung dengan jalan tol. Lantai 1 akan digunakan sebagai jalan masuk bus, sedangkan lantai 2 akan digunakan sebagai jalur keluar. "Kami masih minta izin kepada Jasa Marga," katanya.
Dalam rencana kasarnya, menurut Rustam, terminal ini akan dibuat lebih modern ketimbang terminal yang sudah ada di Jakarta. Kios-kios akan dibangun di dalam lingkungan terminal. Namun, Rustam tidak menjelaskan lebih detail konsep terminal ini. "Kira-kira makan satu tahun untuk mengerjakan terminal ini," ujarnya.
Sebelumnya, Komisi D DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Perhubungan melanjutkan pembangunan Terminal Pulo Gebang. Alasannya, Terminal Pulogadung sudah tidak layak lagi menjadi terminal bus antarkota. Lagi pula, dana untuk proyek ini cukup besar.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Mukhayar Rustamudin mengatakan, ada alokasi anggaran Rp 10,4 miliar dalam anggaran tahun 2004. Anggaran ini digunakan untuk pembebasan lahan. Selain itu, masih ada tambahan anggaran Rp 1,3 miliar dan Rp 2,3 miliar, masing-masing untuk perencanaan dan pemagaran lahan. "Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak dilanjutkan," kata Mukhayar, Kamis (29/4).
Proyek ini juga disinggung Komisi D saat menanggapi laporan pertanggungjawaban tahunan Gubernur Sutiyoso. Saat itu, Komisi D menanyakan anggaran Rp 60 miliar yang sudah diserap proyek ini. Kenyataannya, Komisi D tidak menemukan perubahan signifikan dalam proyek ini. Karena itu, Komisi D meminta Bawasda serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan mengawasi masalah ini.
Menurut Mukhayar, proyek Terminal Pulo Gebang ini akan memakan lahan seluas 10 hektare. Berdasarkan laporan di komisinya, proses pembebasan lahan sudah mencapai 7,2 hektare. Sisa lahan sekitar 3 hektare masih menjadi sengketa antara warga dan Perumnas.
Namun, Wali Kota Jakarta Timur Koesnan Abdul Halim mengaku tidak tahu soal anggaran pembebasan lahan Rp 10,4 miliar ini. Koesnan mengaku sudah menggunakan anggaran Rp 41,534 miliar untuk membebaskan lahan seluas 90.819 meter persegi. Dana ini diambil dari alokasi anggaran pada 2001 dan 2003. Selanjutnya, kata Koesnan, karena tidak ada tambahan anggaran, pembebasan lahan terhenti.
Menurut Koesnan, proyek Terminal Pulo Gebang akan menempati lahan seluas 10,9 hektare. Lahan ini terletak di RT 08, RT 13, dan RT 18 di RW 03, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. multazam
Berita Acak dari arsip :

