By Linda Sieg
"Look! It's huge!" shouts a muddy but beaming Han Myung-Ja, 52, plunging her hoe into the soil to unearth a giant ginseng root.
New Zealand authorities delayed plans to lift no-go zones in quake-hit Christchurch Friday after major aftershocks again rattled the country's second largest city.
Asia Pacific News
- Japan PM has edge in party race but outcome unclear
- South Koreans pay homage to health-giving herb
- NZ quake city no-go zones remain after more aftershocks
- Japan artist brings manga controversy to Versailles
- 'Salesman in chief' Schwarzenegger on Asia trade trip
- Pastor calls off Koran burning, claims deal over NY mosque
- Vettori named New Zealand player of the year
- detikcom - Debitor BLBI ke Istana, Polri Berlindung dengan Inpres | 16 February 2006
- Gatra.Com - Burns Diangkat Sebagai Pelatih Sementara Skotlandia | 6 November 2004
- Simao: Absennya Ronaldo Bukan Alasan | 13 November 2009
- detikcom -
Antisipasi Gerakan Teroris, Warga Maluku Akan Didata Ulang | 28 November 2005
Other News on Senin, 19 Agustus 2002
Tempointeraktif.com - Kejaksaan Agung Hentikan Penyidikan Kasus I.B. Sudjana
KoranTempo - HP Perangi Pemalsuan Tinta Printer
Gatra.Com - Fatwa Kunjungi Kediaman Agus Budiman
Gatra.Com - Pontianak Semakin Diselimuti Kabut Asap
Tempointeraktif.com - Kwik Anggap Wajar Target Pajak APBN 2003
Tempointeraktif.com - Ketua Front Kedaulatan Maluku Disidang di PN Jakarta Utara
Tempointeraktif.com - FBR Demo di Istana Negara Minta Gubernur Asli Betawi
Gatra.Com - Wirajuda: Putusan Pengadilan HAM Timtim Tak Pengaruhi Bantuan Militer AS
Gatra.Com - Tanah Ulayat Bukan Halangan Masuknya Investasi
KoranTempo - Indeks Masih Berpotensi Menguat
KoranTempo - BP Ingin Kuasai Pemasaran Gas
Tempointeraktif.com - Kebijakan Pemerintah Kontradiktif dengan Dunia Usaha
KoranTempo - Kemesraan Itu Mulai Berlalu
Gatra.Com - Kwik: Ketergantungan Indonesia Sudah Membahayakan
Tempointeraktif.com - Joan Tanamal Mulai Disidangkan
Gatra.Com - Sidang Tahunan
KoranTempo - Pertemuan Enam Parpol Besar Bahas Pemilu 2004
Gatra.Com - Bom di Poso, Bom Rakitan
Tempointeraktif.com - GAM: UU NAD bukan Keputusan Akhir
Tempointeraktif.com - Permintaan Bank Dunia Hanya sebagai Masukan
KoranTempo - Belum Cukup Cahaya di Langit
KoranTempo - Pergantian Agus Widjojo Tengah Diproses
Gatra.Com - Penggalian Di Batutulis Rusak Rekonstruksi Sejarah Padjadjaran
Tempointeraktif.com - Aksi Profit Taking Lemahkan IHSG 1,346
KoranTempo - Wakil Presiden Taiwan Akui Tak sempat Temui Presiden Megawati
Gatra.Com - Tiga Ledakan Guncang Poso
Gatra.Com - Putri Diana Pernah Lompat dari Balkon
Gatra.Com - Kapendam: Tak ada Kaitan, Meninggalnya Kapten Edward dengan Theys
KoranTempo - Bisa Tidak Sinkron dengan UU Perseoran Terbatas
KoranTempo - 'Bredel' atas Nama Agama
KoranTempo - Komisi Konstitusi dan Sistem Bikameral
KoranTempo - Gugatan Melebar ke Pejabat Cemex
Gatra.Com - Vonis Tommy Soeharto
Tempointeraktif.com - Pontianak Kembali Diselimuti Asap
KoranTempo - RAPBN 2003 Terlalu Muluk?
Gatra.Com - Tujuh Polisi di Maumere Luka
Tempointeraktif.com - Menteri Luar Negeri Akui Banyak Hambatan Menjalankan Diplomasi
KoranTempo - Israel Minta AS Segera Serang Irak
KoranTempo - Ada 16 'Sutradara' Kerusuhan
KoranTempo - Hakim Kristi Minta Diperiksa Secara Terbuka
KoranTempo - Cara Veteran Menghadirkan Suasana Proklamasi
Gatra.Com - Gubernur Aceh: Pers agar Lebih Obyektif Beritakan Aceh
KoranTempo - Wan Azizah Minta Pekerja Ilegal Diperlakukan Manusiawi
KoranTempo - PRSSNI Usulkan Rentang Frekuensi 800 Khz
Tempointeraktif.com - Syahrir: Tidak Ada Visi dalam RAPBN 2003
Gatra.Com - Gubernur Bengkulu Wawancarai Wartawan
KoranTempo - Sophia Loren, Raih Penghargaan Film Venice
Tempointeraktif.com - Aceh Utara Kembali Normal
Tempointeraktif.com - Titik dan Mamiek Jenguk Tommy
Tempointeraktif.com - IMF: Target 5% Tergantung Kebijakan Pemerintah
Tempointeraktif.com - Dephut Bentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan
KoranTempo - Tetap Gemuk? Mungkin Karena Tak Bermesin Turbo
Tempointeraktif.com - Menlu Minta Semua Pihak Hormati Vonis Kasus Tim-Tim
KoranTempo - APP: Pengadilan Tolak Bukti Baru Deutsche Bank
KoranTempo - Penguatan Rupiah Masih Terbatas
Tempointeraktif.com - Menteri Kehakiman dan HAM Akan ke Malaysia Bahas TKI Ilegal
KoranTempo - SMS Tumbuhkan Jasa Aplikasi Data Bergerak
KoranTempo - Pemegang Merek Mengurangi Order
KoranTempo - Flextronics Pecat 5.261 Karyawan
KoranTempo - Laksamana: Semen Gresik Boleh Talangi Dulu Semen Padang
Gatra.Com - Sujito Tewas Terseret Ombak Anyer
KoranTempo - Amnesti Internasional Minta PBB Gelar Peradilan Kasus Timtim
Tempointeraktif.com - Jenazah IB Sudjana Tunggu Kepastian Pengabenan
Gatra.Com - Distan NTB: 3.000 Ha Pertanian di NTB Puso
KoranTempo - Subsidi Harga Bahan Bakar Bakal Dihapus
Tempointeraktif.com - Alex Manuputty Dikenai Tuduhan Makar dengan Dakwaan Berlapis
Gatra.Com - Pegadaian Semarang Programkan Bantuan Modal Usaha Rp150 Juta
KoranTempo - Umpan MPR untuk Megawati
KoranTempo - Kapolda: Belum Perlu Sistem Darurat di Poso
Tempointeraktif.com - Pelimpahan Berkas Perkara Ang Kim Soe Ditunda
Tempointeraktif.com - Pengawasan Perbatasan Poso Diperketat
Gatra.Com - Menteri Purnomo Bantah Ketemu Wapres Taiwan
KoranTempo - BPK Bersikukuh Surat Utang Tanpa Bunga Bernilai Nol
Tempointeraktif.com - Wakil DPRD Sumbar Intimidasi Wartawan
KoranTempo - Kejaksaan Sangat Lamban
Gatra.Com - Pesta HUT RI di TMII Dimeriahkan Kontes Kucing Cantik
Gatra.Com - Air PAM Jambi Tercampur Air Laut
Gatra.Com - Menunggak, 30 HP Petinggi Militer Srilanka Diputus
KoranTempo - Bubur Merah Putih Sambut Agus Budiman
KoranTempo - Pemerintah Belum Dapat Pastikan Status Kepemilikan Silang Bimantara
Gatra.Com - Solihin GP Tolak Mega Proyek Citanduy
Gatra.Com - Kwik: Masih Ada Kemungkinan, Pertumbuhan 5%
KoranTempo - Menteri Koperasi & UKM Salurkan Rp 5 Miliar Untuk UKM
Tempointeraktif.com - IB Sudjana Meninggal Dunia
Gatra.Com - Seribu Tahanan Taliban Mati Lemas dalam Truk Peti Kemas
Tempointeraktif.com - Komite Solidaritas Buruh Menolak RUU Perselisihan Perburuhan
KoranTempo - "Restrukturisasi Ulang bukan Kegagalan"
KoranTempo - Perkembangan Ilmu Ekonomi Makro
Gatra.Com - Australia Sanggup Daur-ulang Sampah Bantar Gebang
KoranTempo - Situs Batu Tulis Ditutup Kembali
Gatra.Com - Jenazah IB Sudjana Tiba di Bali
KoranTempo - Manulife Indonesia Jajaki Akuisisi Perusahaan Asuransi
Gatra.Com - Di Batu Berharap Diskon
KoranTempo - Berlatih dan Bekerja
Gatra.Com - Mantan Wartawan Surabaya Post Dirikan Surabaya Pos
Gatra.Com - Nurwahid: Pemberian Remisi Tommy, Keanehan Hukum
Tempointeraktif.com - Akbar Tanjung: Debat Calon Presiden Sulit Dihindari
Tempointeraktif.com - Pendaki Merapi Ditemukan Meninggal
Tempointeraktif.com - DPRD Tetapkan Tujuh Pasang Calon Gubernur DKI Jakarta
Gatra.Com - Peran Keturunan Cina
Gatra.Com - Gerabah Lombok Masuk Tiga Besar Nasional
KoranTempo - Penyebar Antraks Bekerja untuk CIA dan Militer
KoranTempo - Kunjungan Itu Cuma Lelucon
KoranTempo - Amien: Hukuman Cambuk TKI Menghina Indonesia
Tempointeraktif.com - Pemulangan Agus Dwikarna Baru Sebatas Wacana
KoranTempo - Edwin Kawilarang Mutung Turnamen Golf
Tempointeraktif.com - Sofjan Jacoeb Gugat Presiden Megawati
Tempointeraktif.com - Anggota DPR asal Aceh Minta Pemerintah Tidak Pakai Pendekatan Kekerasan
Tempointeraktif.com - Dua Titik Api di Palembang
Gatra.Com - Bersatu Membangun Jurang
KoranTempo - Independensi BI vs Kelaziman
Gatra.Com - Menparsenibud Tak akan Perkarakan Menag
KoranTempo - Menggaris-bawahi Pentingnya Otomatisasi Proses Bisnis
Tempointeraktif.com - Polisi Tembak Dua Buruh Saat Demo di Bandung
KoranTempo - Empat WNI Akan Diadili di Australia
Tempointeraktif.com - Roy BB Janis: Menteri Agama Layak Diberi Sanksi
Tempointeraktif.com - Dana Anggaran untuk Aceh Naik 20 Persen
Forum Views () Forum Replies ()
Nasional APHI Laporkan Proyek Paiton I ke KPK
Selasa, 07 September 2004 | 21:00 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Asosiasi Penasehat Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (APHI) melaporkan kasus korupsi Rp 35 triliun dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU) Paiton I ke Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK), Selasa(7/9) di Jakarta. Penanganan kasus korupsi PLTU Paiton I dinilai berlarut-larut di tingkat Kejaksaan Agung sejak tahun 2001.
"KPK diharapkan segera menyelesaikan kasus Paiton I yang dapat dikatakan sebagai kasus korupsi terbesar selama ini," kata Lamria Siagian, salah satu anggota APHI yang turut meloporkan kasus ini ke KPK. Menurut dia, kasus korupsi yang melibatkan berbagai pihak ini tidak jelas penanganannya.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memerintahkan kepada Kejaksaan Agung untuk menyelidiki adanya dugaan korupsi dalam pembelian listrik swasta dari PT Paiton Energy Company pada PLN. Namun pada tahun 2001 Kejaksaan Agung tidak memasukkan proyek Paiton I dalam daftar kasus yang sedang ditanggani.
Menurutnya, kerugian negara berasal dari mark-up terhadap capital cost sebesar 48 persen dari seluruh nilai proyek yang sebesar Rp 7,015 triliun. "Harga yang kemahalan per kWh diperkirakan Rp 22,3 triliun," ujurnya. Selain itu, potensi kerugian pemerintah juga berasal dari persetujuan Menteri Pertambangan dan Energi yang mengalihkan batu bara untuk dijual langsung ke PT Batu Hitam Perkasa sebesar Rp 1,099 triliun.
Harga listrik swasta dunia, menurutnya, ada pada kisaran US$ 4 sen per kWh. Sedangkan dalam kontrak yang diperbaharui, PLN harus membayar harga sebesar US$ 4,93 sen per kWh. Namun dalam perhitungan yang ditemukan oleh pihaknya, harga sebenarnya dalam kontrak tersebut bisa mencapai US$ 6,5 sen per kWh. "Mengapa Tim Negosiasi PLN mau menerima harga yang masih mahal tersebut," ujarnya.
Menanggapi pengaduan ini, Wakil Ketua KPK, Erry Riyana Hardjapamekas, akan mempelajari kasus ini lagi. Menurutnya, kasus ini telah lama sehingga perlu dipelajari secara seksama.
Sutarto - Tempo News Room INDEKS BERITA LAINNYA :
Berita Acak dari arsip :

