KUALA LUMPUR (Reuters) - Pirates robbed a Japanese chemical tanker in the South China Sea on Sunday amid a "serious escalation" of attacks, a maritime watchdog said on Monday.
This Eid al-Fitr Muslim holiday, Malaysian Sharifa Ahmad is determined to make heads turn in her "Made in Indonesia" outfit -- a black flowing chiffon robe with embroidered neckline and matching headscarf hand stitched with Swarovski crystals.
Officials said it was the strongest eruption since 2,460-metre (8,100-foot) Mount Sinabung ended its long sleep on Sunday, and sparked panic among local residents.
Indonesia News
- Pirates rob tanker as attacks rise in S.China Sea
- Indonesian fashion scores Ramadan hit
- Fears for villagers as Indonesian volcano erupts again
- Eleven Indonesian police arrested over riot deaths
- Villagers flee as Indonesia volcano erupts again
- Two Indonesia police on trial for 'Qaeda' arms sales
- Mass breakout from Australia immigration centre
- Gatra.Com - Bali Tempuh Cara Ritual Tolak Flu Burung | 29 August 2007
- Kompas - UASBN | 12 May 2009
- 'Ramal-meramal', Dari Paul Hingga Deddy | 12 July 2010
- Kompas - Produksi Pangan NTB Terancam Konversi Lahan | 13 May 2009
Other News on Minggu, 27 Juni 2004
Tempointeraktif.com - Hamzah Haz Bertemu Ulama se-Madura
Tempointeraktif.com - 100 Ribu Massa SBY-Kalla Padati Senayan
Tempointeraktif.com - Pelaku Serangan Fajar Harus Ditindak
Tempointeraktif.com - Amien Janjikan Menteri Perempuan Lebih Dari Dua
Tempointeraktif.com - PAD Bekasi dari Tenaga Kerja Hilang Rp 12 Miliar
Gatra.Com - Gigitan Kedua Dasa
Gatra.Com - Wulan Siap Begadang
Gatra.Com - Jazz Gratis 80 Km/Jam
Tempointeraktif.com - Phoenix: Inkud Belum Bayar
KoranTempo - "Mengapa Tuduhan Itu Hanya Ditujukan ke Saya?"
Gatra.Com - Calon Idol Siap Bertarung
KoranTempo - "Keluarga Besar TNI Akan Terbagi Tiga"
KoranTempo - Indonesia Berharap Kerja Sama Militer dengan AS Pulih
Tempointeraktif.com - Klaten Kesulitan Membangun
Gatra.Com - Hadiah Menanti Tia
Tempointeraktif.com - Evakuasi Cessna Belum Berhasil
Tempointeraktif.com - Hamzah: Ada Tim Sukses Bagi-bagi Uang
Tempointeraktif.com - Caleg Golkar Dibebani Utang Rp 700 Juta
Tempointeraktif.com - Pengusaha Pembakar Hutan Dibawa ke Jakarta
Tempointeraktif.com - PKB Berharap Jatah Empat Menteri
KoranTempo - Separuh Tersangka Pengedar Narkoba Adalah Pelajar
KoranTempo - Hamzah Siap Adili Pelaku KKN dalam 100 Hari
Gatra.Com - Lagu untuk Calon Presiden
Gatra.Com - Seba Jawara Lomba Busana
Tempointeraktif.com - KPU di Sultra Diduga Lakukan Pemborosan
Tempointeraktif.com - Megawati Batal Hadir dalam Haul KH Hasyim Asy'ari
Gatra.Com - Cokelat Hadir di "Clas Akustik"
Tempointeraktif.com - Sepeda Santai BMI Berbarengan Kampanye SBY-JK
Tempointeraktif.com - Gus Dur Bertemu 700 Kiai NU
KoranTempo - Waspadai Uang Palsu di Balik Stiker Kampanye
KoranTempo - Menciptakan Keamanan, Ketertiban, dan Kepatuhan Hukum
Forum Views () Forum Replies ()
Laporan wartawan Orin Basuki
PHUKET, MINGGU — Jepang pada dasarnya ingin nilai tukar rupiah terhadap yen menguat. Dengan demikian, Jepang bisa mendorong sektor ekspornya hingga pertumbuhan ekonomi negara itu meningkat.
Kepala Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)-Lembaga Keuangan Fuad Rahmany mengungkapkan hal tersebut di Phuket, Thailand, Minggu (22/2), saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dari 10 Negara ASEAN plus Tiga Negara (Korea Selatan, Jepang, dan China) atau The Special AFMM ASEAN+3.
Menurut Fuad, Jepang menganggap Indonesia sebagai pasar yang sangat besar bagi produk-produk dalam negerinya. Dengan demikian, mereka tidak ingin rupiah melemah terhadap yen. Karena jika rupiah melemah, maka akan mengurangi dorongan impor produk Jepang ke Indonesia.
'Dengan demikian, Jepang berkepentingan mempertahankan Indonesia. Atas dasar ini, sangat masuk akal jika Jepang rela memberikan jaminan atas penerbitan Samurai Bond (obligasi yang diterbitkan di pasar modal Jepang dalam denominasi yen) senilai 1,5 miliar dollar AS. Ini bisa memasok yen ke Indonesia,' ujar Fuad.
Di antara negara-negara Asia, Indonesia diperkirakan akan menjadi negara ketiga dengan pertumbuhan ekonomi terbesar pada tahun 2009 meskipun ada tekanan krisis ekonomi global. Tiga negara Asia yang diperkirakan tetap akan tumbuh perekonomiannya dengan persentase tinggi adalah China, India, dan Indonesia.
Bandingkan dengan Malaysia yang ekonominya akan sangat turun dari sekitar 3 persen ke 1,5 persen tahun ini. Apalagi Singapura yang minus lima persen. 'Di sini Indonesia beruntung tidak tergantung terlalu banyak pada ekspor sehingga masih bisa bertahan dari krisis,' ujar Fuad.
Berita Acak dari arsip :

