By Linda Sieg
"Look! It's huge!" shouts a muddy but beaming Han Myung-Ja, 52, plunging her hoe into the soil to unearth a giant ginseng root.
New Zealand authorities delayed plans to lift no-go zones in quake-hit Christchurch Friday after major aftershocks again rattled the country's second largest city.
Asia Pacific News
- Japan PM has edge in party race but outcome unclear
- South Koreans pay homage to health-giving herb
- NZ quake city no-go zones remain after more aftershocks
- Japan artist brings manga controversy to Versailles
- 'Salesman in chief' Schwarzenegger on Asia trade trip
- Pastor calls off Koran burning, claims deal over NY mosque
- Vettori named New Zealand player of the year
- detikcom - Pasca Pesawat Jatuh, Warga Histeris Lihat Pesawat Mendarat | 5 September 2005
- Tempointeraktif.com - Seorang Jemaat 'Sekte Kiamat' Sibuea Kabur | 13 November 2003
- ICW: Sudah Ada Hibah, Kenapa Harus Utang | 30 May 2010
- detikcom - Rem Blong, Bus Tabrak Kerumunan Pelajar SMP Cibinong | 13 September 2005
Other News on Jumat, 2 September 2005
Gatra.Com - Rey Wowor Mengungsi dari New Orleans
detikcom - Evakuasi Korban Longsor Padang Sementara Dihentikan
detikcom - Kapal Tenggelam di Selat Lombok, Dua Awak Hilang
detikcom - Evakuasi Korban Katrina Dihambat Penembakan & Kerusuhan
detikcom - Walikota Padang: Warga di Lokasi Longsor Akan Dievakuasi
detikcom - Tengkorak Kuburan Longsor di Padang Dikumpulkan 4 Keranjang
detikcom - Korban Tewas Longsor di Padang Bertambah 1 Orang
detikcom - Kuburan Longsor di Padang, 8 Orang Tewas
detikcom - Bangkai Heli Ditemukan, Akan Dievakuasi ke SPN Padang Besi
detikcom - Dinkes Sweeping Balita
Gatra.Com - Mantilin Maskot Pariwisata Bangka Belitung
detikcom - Lebih dari 13 Orang Masih Tertimbun Tanah Longsor Padang
detikcom - Kebakaran di Karet Tengsin, Cuma Piring yang Selamat dari Api
detikcom - PKB Jatim Cabut Gugatan untuk Sempurnakan Gugat Gus Dur
detikcom - 6 Orang Korban Heli Jatuh di Padang Ditemukan Tewas
Gatra.Com - RI-Singapura Tuntaskan Rancangan Perjanjian Ekstradisi
detikcom - Seorang Korban Selamat, Bangkai Heli Belum Ditemukan
detikcom - Hujan Lebat Lagi, Pencarian Korban Longsor Padang Jalan Terus
Gatra.Com - Diduga Mabuk, Kasudin Tramtib Linmas Jakpus Diperiksa Polisi
detikcom - Kuburan Longsor, Tulang-belulang & Mayat Berkafan Berserakan
detikcom - Massa Menuntut Pelaku Kasus Abepura Dihukum Berat
Gatra.Com - Gus Dur Tegaskan Tolak MoU RI-GAM
detikcom - Ribuan Orang Hadiri Tablig Akbar Isra Mi'raj
Gatra.Com - Padang Terendam Banjir
detikcom - Ngidam Perhiasan Emas, Ibu Hamil Bunuh Anak Tetangga
Gatra.Com - KJRI Houston Terus Pantau WNI di New Orleans
detikcom - DPP PKB Gelar Syukuran atas Dicabutnya Gugatan PKB Jatim
Gatra.Com - Lokasi Jatuhnya Heli Teridentifikasi
detikcom - PKS Yakin Raih Kursi Walikota Depok Lewat PK di MA
detikcom - Bukan Menteri yang Di-reshuffle, SBY yang Harus Mundur
detikcom - Sempat Ditunda, Pencarian Heli di Padang Diintensifkan Lagi
detikcom - Korban Longsor Padang Disumbang 1 Ton Beras & Rp 5 Juta
detikcom - 10 Rumah Terbakar di Karet Tengsin, 24 Pemadam Dikerahkan
detikcom - 10 Truk Per Hari Hasil Hutan Amblas Dicuri
detikcom - Pro-Nur Mahmudi Tidak Mau Anarkis dan Dianarkiskan
detikcom - Korban Kuburan Longsor di Padang Jadi 10 Orang
detikcom - Pascatawuran, Kampus Unhas Makassar Dijaga Ketat
detikcom - PKB Minta SBY Ganti Alwi-Ipul
Gatra.Com - Meski Bom Bohongan, Polisi Tetap Geledah Kuta
detikcom - Edarkan Putauw, Mahasiswa Asal Malaysia Ditangkap Polisi
Gatra.Com - Korupsi di Setneg, WTS di BPK
detikcom - Diguyur Hujan Lebat, Sejumlah Kawasan di Padang Banjir
Gatra.Com - Doni Gabung Dengan Real Mallorca
detikcom - Kalla Yakin Rupiah Menguat
Gatra.Com - Paolo Maldini Pertimbangkan Gantung Sepatu
detikcom - Kalla Pastikan Tak Ada Reshuffle
detikcom - Pengacara Sesalkan Penahanan DL Sitorus oleh Kejagung
detikcom - Mega Hadiri Konferda PDIP Riau Sabtu, 600 Polisi Disiagakan
detikcom - Massa Pro-Nur Mahmudi Apel Siaga
detikcom - Tempat Penampungan Pedagang Pasar Melawai Belum Jelas
Forum Views () Forum Replies ()
Peneliti Indonesia Sudah Kuasai Pengideraan Jarak Jauh
Sanur, Bali, 3 September 2002 16:48
Peneliti dari kalangan perguruan tinggi Indonesia sudah banyak yang mampu menguasai Iptek penginderaan jarak jauh bidang kelautan, sehingga memungkinkan merancang program sesuai kebutuhan riil di lapangan.
"Sedikitnya 20 persen peneliti dalam negeri itu sudah andal, mengalami perkembangan pesat dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya terdaftar namun tidak memiliki kemampuan dalam bidang tersebut," kata Kepala Laboratorium Akustik dan Instrumentasi Kelautan Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Bonar P. Pasaribu di Sanur, Selasa.
Di tengah-tengah kesibukan mengikuti Konperensi Penginderaan Jarak Jauh Kelautan (Pan Acean Remote Sening Conference-Porsec) yang melibatkan 200 peserta utusan dari 80 negara itu, Ia menambahkan, merancang program sesuai kebutuhan di lapangan secara tepat dapat dilakukan dengan baik.
Dengan demikian kemajuan iptek menyangkut penginderaan jarak jauh bidang kelautan akan dapat mengantisipasi terhadap perubahan laut yang bisa membawa pengaruh buruk bagi kehidupan umat manusia.
Departemen Kelautan dan Perikanan dan instansi terkait lainnya, mengingat peranan penginderaan jarak jauh yang sangat strategis itu mendukung kemajuan iptek tersebut.
Pasaribu menambahkan, belum semua perguruan tinggi negeri di Indonesia memiliki tenaga peneliti andal menyangkut iptek penginderaan jarak jauh itu, masih perlu waktu untuk pemerataan.
"Jika ada kesungguhan dari semua pihak upaya pemerataan meningkatkan kemampuan para peneliti bidang penginderaan jarak jauh membutuhkan waktu tidak begitu lama," katanya.
Dalam konperensi yang berlangsung selama tiga hari di Sanur, Bali membahas berbagai kertas kerja tentang iptek penginderaan jarak jauh bidang bidang kelautan.
Namun makalah itu masih perlu penajaman, karena permasalahan di laut sangat komplek yakni menyangkut perubahan permukaan air laut maupun temperatur.
Meskipun demikian metode barupun ditemukan, yang kini sedang digeluti dan ditekuni peneliti-peneliti Indonesia, sehingga Nusantara bisa sejajar dengan negara lain di dunia dalam penguasaan iptek penginderaan jarak jauh bidang kelautan, ujar Pasaribu.
Mendeteksi
Pasaribu menambahkan, kemajuan mutahir dalam bidang penginderaan jarak jauh dapat mendeteksi laut-laut yang mengandung kolorofil, makin tinggi kadarnya menunjukan daerah itu makin subur, karena banyak jenis ikan di lokasi tersebut.
Dengan mengetahui lokasi-lokasi tertentu yang subur akan memudahkan bagi nelayan dalam menangkap ikan, sehingga para nelayan tidak perlu jauh-jauh berlayar.
Hal itu sangat penting artinya, karena ada nelayan menangkap ikan sampai ke perairan bebas di luar ZEE, bahkan sampai ke bagian barat Australia, sehingga sudah melakukan pelanggaran.
"Jika nelayan mengetahui dan mendapat informasi terhadap lahan di laut yang subur, sangat memudahkan dalam menangkap ikan, dan tidak perlu menghadapi resiko besar," ujar Pasaribu. [Tma, Ant]
Berita Acak dari arsip :

