At least 19 people were killed and 45 wounded when a suicide bomber rammed his explosives-laden car into a police station in northwest Pakistan on Monday, destroying the building, police said.
By Mustansar Baluch
New Zealand extended a state of emergency in earthquake-hit Christchurch Monday as the army enforced a no-go zone amid reports of looting in the rubble-strewn heart of the city.
Asia Pacific News
- Suicide car bomber kills 19 in NW Pakistan: police
- Nineteen killed in suicide bombing in Pakistan
- Emergency extended in quake-hit New Zealand city
- Malaysia, Indonesia ministers meet to soothe tensions
- China's 'miracle' Shenzhen marks 30 years
- Australia poised for new government
- Indonesia's lax gun control a boon for militants - report
- DetikSport - Leverkusen Pesta Gol, Klose Menangkan Bremen | 2 April 2006
- Tempointeraktif.com - Rasio Polisi dan Masyarakat 1:700 | 29 March 2005
- Penyitaan Dianggap Tak Sesuai dengan Perkara | 17 October 2009
- Gatra.Com - Very Kebanjiran Job | 14 March 2004
Other News on Minggu, 24 Pebruari 2002
Gatra.Com - SBA Akan ke Jakarta Bahas Soal Taufik
Gatra.Com - Cadangan Devisa India Lewati 50 Miliar Dolar
Gatra.Com - Formula 1 Bangkitkan Industri Pariwisata Malaysia
Gatra.Com - Melindungi Konglomerat Hitam Juga Bentuk Terorisme
Gatra.Com - Batam Diduga Jadi Transit Teroris ke Singapura
Gatra.Com - DPR Nilai Pertikaian di Tim Ekonomi Tidak Etis
Gatra.Com - Misi Gagal Pasukan Elit
Gatra.Com - Tak Perlu "Recall", Anggota DPR Yang Cederai Amanah Rakyat Harus Tahu Diri
Gatra.Com - Hubungan Bisnis Terus Berlangsung, Tak Ada Sentimen Anti RI
Gatra.Com - Ditemukan Cadangan Gas di Aimas, Papua
Gatra.Com - Waspadai Tiga Penyakit Pasca Banjir
Forum Views () Forum Replies ()
Kepala Biro Hukum Deptan Diperiksa Kasus Monsanto Company
Rafiqa Qurrata A - detikcom Jakarta - Penyelidikan kasus dugaan kuat Monsanto Company terus bergulir. Kepala Biro Hukum Departemen Pertanian Suprahtomo giliran diperiksa Kejagung.
"Saya ditanya kenal pejabat ini atau tidak. Saya ditanya masalah Surat Keputusan (SK) pelepasan (benih kapas transgenik) dan SK pestisida. Aku jelaskan," kata Suprahtomo pada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Senin (17/12/2007).
"Pejabat yang mana Pak?" tanya wartawan. "Teman di Deptan," jawabnya singkat.
"Siapa saja?" tanya wartawan lagi. "Jangan..Jangan. Nanti saja," elaknya.
Suprahtomo mengatakan, dirinya tidak ditanya mengenai aliran dana senilai US$ 700.000 untuk 140 pejabat Indonesia dan keluarganya.
"Tidak..Tidak ditanya," ujarnya.
Suprahtomo menambahkan, penyelidik meminta dokumen berupa salinan SK Deptan terkait pelepasan benih kapas transgenik kepada petani di Sulawesi Selatan.
"Aku berikan SK tertulis itu yang digugat oleh ornop (organisasi non pemerintah). Pemerintah juga kita kasihkan. Itu saja dokumen yang diminta," tandasnya.
Dugaan penyuapan dilakukan Monsanto Company saat pelepasan benih kapas transgenik kepada petani di Sulawesi Selatan. Pada 1997-2002, anak perusahaan tersebut mengeluarkan pembayaran gelap senilai US$ 700 ribu untuk 140 pejabat Indonesia dan keluarganya.
Pada tahun 2002, SK Mentan yang mengatur izin pelepasan benih kapas transgenik Monsanto Company pernah digugat oleh Koalisi LSM ke PTUN. Gugatan itu kemudian bergulir hingga tingkat kasasi. Namun dalam tingkat kasasi koalisi ornop kalah. Gugatan itu adalah pelanggaran keluar izin kapas transgenik.
Sebelumnya, kasus ini pernah ditangani KPK. Sejumlah pejabat pernah diperiksa saat itu, yakni Mentan Anton Apriantono, mantan Menneg Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, mantan Mentan Bungaran Saragih, dan Presiden Direktur PT Harvest International Harvey Goldstein selaku konsultan Monsanto. ( ziz / nrl )
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk Baca Komentar Kirim Komentar Disclaimer
Berita Acak dari arsip :

