By Linda Sieg
"Look! It's huge!" shouts a muddy but beaming Han Myung-Ja, 52, plunging her hoe into the soil to unearth a giant ginseng root.
New Zealand authorities delayed plans to lift no-go zones in quake-hit Christchurch Friday after major aftershocks again rattled the country's second largest city.
Asia Pacific News
- Japan PM has edge in party race but outcome unclear
- South Koreans pay homage to health-giving herb
- NZ quake city no-go zones remain after more aftershocks
- Japan artist brings manga controversy to Versailles
- 'Salesman in chief' Schwarzenegger on Asia trade trip
- Pastor calls off Koran burning, claims deal over NY mosque
- Vettori named New Zealand player of the year
- DetikSport - Milan Tahan Lyon 0-0 | 30 March 2006
- Republika - Anggaran Surplus Rp 17 Triliun | 14 January 2008
- DetikSport - Rekor Reina Usai Gawang 'Perawan' Lagi | 4 February 2008
- Republika - Pemerintah Perlu Menata Ulang Biro Perjalanan Haji | 11 January 2006
Other News on Rabu, 4 Juni 2003
KoranTempo - Kimia Farma Dukung Rencana Akuisisi Indofarma
KoranTempo - Terbuka Kemungkinan Bank Mandiri Dijual di Bawah Nilai Buku
KoranTempo - Konflik Larangan Impor Pakaian Bekas Berakhir
KoranTempo - AS Desak Arab Akui Keradaan Israel
KoranTempo - Excelcomindo Kembali Turunkan Tarif Lewat Sistem Paket
Gatra.Com - DC Bom Bali Buatan AS
KoranTempo - Pasar Telepon Seluler Kelas Bawah Meningkat
Gatra.Com - Swedia Dapat Perlebar Masalah Aceh ke Internasional
KoranTempo - Tiga Konsultan Asing Siap Jadi Penasihat Penjualan 20 Persen Saham Danamon
Gatra.Com - Ali Imron: Iqbal Sengaja Minta Mati Syahid
Gatra.Com - Ori Kepeleset Lidah
KoranTempo - Prajurit Pemukul Warga Diadili
Gatra.Com - Swedia Tak Punya Komitmen Wujudkan Ketertiban Dunia
Gatra.Com - Hubungan Diplomatik Rusak, Rugikan RI
KoranTempo - Lamban Revisi UU Antipencucian Uang, Indonesia Terancam Kena Sanksi
KoranTempo - SBI Turun, Keuntungan Bank Berkurang
Gatra.Com - Cafu Akan Bergabung Dengan AC Milan
KoranTempo - Bremer Bertemu Utusan PBB De Mello
KoranTempo - Penurunan Cakupan Penjaminan Tergantung Presiden
KoranTempo - Krisis Listrik
Gatra.Com - Pemeran Tentara Irak Tewas di Panggung
KoranTempo - Masjid Artis
KoranTempo - KSAL: Penutupan Perairan Aceh Menguntungkan
Gatra.Com - Unsyiah Banda Aceh Gelar Mahasiswa Peduli
Gatra.Com - Sidang Ba'asyir Jadi Dua Kali Seminggu
KoranTempo - Bank Indonesia Siap Bahas BLBI dengan BPPN
KoranTempo - Memikat Perempuan dengan Anak
KoranTempo - Pemilikan Rumah Serap Separuh Dana Kredit BTN
KoranTempo - Rusia Lanjutkan Kerja Sama Nuklir dengan Iran
Gatra.Com - Hamas Hentikan Serangan Bila Israel Mundur
KoranTempo - DPR Tak Bisa Penuhi Seluruh Usulan Anggaran KPU
KoranTempo - Bunga Obligasi Danareksa 14 Persen
KoranTempo - IMF: Anggaran 2004 Aman
KoranTempo - BNI Naikkan Jumlah Obligasi Subordinasi Dolar
KoranTempo - KPU Bingung untuk Tetapkan Daerah Pemilihan
Gatra.Com - Harus Jalan, Proses Belajar-Mengajar di Aceh
Gatra.Com - Kasad: Operasi Terpadu di Aceh Harus Tuntas
KoranTempo - Kapten Hindi, Perempuan Pertama Di Langit Saudi
KoranTempo - Inggris Minta TNI Tak Gunakan Pesawat Hawk
KoranTempo - Destabilisasi Iran
KoranTempo - Hashim Mau Bayar Utang US$ 50 Juta ke BPPN
KoranTempo - Diana Soedardi Ardian: Musuh Pembajak
KoranTempo - Standar Prosedur Operasi
KoranTempo - Departemen Kehakiman AS Akui Lakukan Pelanggaran HAM
KoranTempo - Angelina Jolie : Cerai dan Mengurus Anak
Gatra.Com - Sidang Ba'asyir akan Hadirkan Empat Saksi Memberatkan
Gatra.Com - Amelia Vega, Ratu Sejagat 2003
Gatra.Com - Lima Kasus SARS Baru Ditemukan di Kanada
KoranTempo - Tren Dunia: Tarif Seluler Makin Turun
KoranTempo - "TelkomFlexi Akan Pangkas Pasar Seluler 30 Persen"
KoranTempo - Pulau-Pulau Kosong Indonesia Harus Segera Ditempati
KoranTempo - Keraguan Soal Keberadaan Senjata Irak Menguat
KoranTempo - Redaktur Eksekutif Rakyat Merdeka Didakwa Menghina Presiden
KoranTempo - McDonaldisasi Universitas Negeri
KoranTempo - Sentimen Regional Pengaruhi Rupiah
KoranTempo - Aksi Ambil Untung Koreksi Indeks
KoranTempo - Bank Sentral Kawasan Asia Mulai Lirik Euro
KoranTempo - KRHN: Segera Bentuk Mekanisme Kontrol Hakim Agung
Gatra.Com - Seaman Pindah Ke Manchester City
KoranTempo - Apa Makna Libur Keagamaan?
KoranTempo - Pemerintah Hambat Kerja Pansus RUU Kepresidenan
KoranTempo - "Yang Bilang Murah Siapa..."
KoranTempo - Ketika Imam Samudera Mencabut BAP-nya
KoranTempo - Toilet Bintang Lima
KoranTempo - Dunia Mengecam Junta Militer Myanmar
Gatra.Com - Polisi Militer Inggris Selidiki Kematian Tawanan Irak
Forum Views () Forum Replies ()
Nasional Yudhoyono Klarifikasi Isu Seputar Dirinya
23 April 2004 TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon presiden Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono membantah semua isu yang beredar melingkupi dirinya. Ia menganggap, semua isu itu sampah dan nyata-nyata tidak benar. 'Saya akan memberikan klarifikasi atas berbagai isu negatif yang telah mendiskreditkan kehormatan dan kepribadian saya,' ucap yudhoyono di Kantor Berita Antara, Jakarta, Jumat (23/4).
Yudhoyono mengaku, dirinya sudah berusaha menahan diri untuk tidak melawan dan tidak mengklarifikasi berbagai macam isu itu selama dua bulan. Namun, sayangnya, lanjut Yudhoyono, ada sebagian masyarakat yang sudah percaya dan termakan oleh puluhan isu yang beredar itu sehingga hal itu perlu diklarifikasi. 'Apalagi, berbagai macam isu, fitnah, dan serangan itu lewat sms, selebaran, surat kaleng, dan telpon gelap,' ucapnya.
Dalam salah satu isu itu, Yudhoyono disebutkan pindah agama dan istrinya beragama kristen.'Bahkan, dalam sebuah kampanye di Medan, malam harinya ada sms dan selebaran beredar, sehingga sebelum saya menuju ke lapangan kampanye, saya diminta shalat di masjid yang paling dekat tempat kampanye,' ujarnya.
Isu itu, lanjut Yudhoyono, adalah fitnah. Apalagi, ia menegaskan, dirinya terlahir di pondok pesantren Termas, Pacitan, ibunya berasal dari keluarga pesantren Termas, dan ayahnya merupakan santri di pesantren Gontor.
Selain itu, Yudhoyono mengungkapkan, ada pula yang menyebutkan dirinya telah berisitri lagi. ' Istri saya cuma satu dan semoga tetap satu,' katanya.
Bahkan, agen intelijen Amerika CIA pun sempat disebut-sebut ada dibelakang dirinya. Juga disebutkan Partai Demokrat menerima bantuan dari luar negeri, utamanya AS. 'Tidak ada satu orang pun, agen intelijen dari negara lain termasuk CIA yang berhubungan dengan saya,' ucapnya.
Juga, lanjut Yudhoyono, jangankan US$ 50 juta, tidak US$ 1 pun bantuan dari luar negeri yang diterima oleh Partai Demokrat. 'Kami susah mencari dana, bahkan ketika kami dimintai dana untuk biaya saksi di TPS tidak mampu karena kami memang tidak punya uang,' katanya.
Soal isu keterlibatannya dengan pengusaha Tomy Winata juga dibantahnya. 'Saya ini jelek-jelek punya pendirian dan prinsip, dan saya ini capres bukan boneka,' katanya. Untuk itu, ia menegaskan, tidak ada satu pihak pun yang mengendalikan dirinya dalam arti negatif, termasuk penyandang dana yang membiayai gerakan politiknya.
Isu lainnya, Yudhoyono pun sempat disebut sebagai orang yang anti Islam dan anti Tionghoa. 'Itu semua fitnah, dan saya tidak ingin hidup ini habis hanya isu kontra isu,' katanya.
Yandhrie Arvian - Tempo News Room
Berita Acak dari arsip :

