KUALA LUMPUR (Reuters) - Pirates robbed a Japanese chemical tanker in the South China Sea on Sunday amid a "serious escalation" of attacks, a maritime watchdog said on Monday.
This Eid al-Fitr Muslim holiday, Malaysian Sharifa Ahmad is determined to make heads turn in her "Made in Indonesia" outfit -- a black flowing chiffon robe with embroidered neckline and matching headscarf hand stitched with Swarovski crystals.
Officials said it was the strongest eruption since 2,460-metre (8,100-foot) Mount Sinabung ended its long sleep on Sunday, and sparked panic among local residents.
Indonesia News
- Pirates rob tanker as attacks rise in S.China Sea
- Indonesian fashion scores Ramadan hit
- Fears for villagers as Indonesian volcano erupts again
- Eleven Indonesian police arrested over riot deaths
- Villagers flee as Indonesia volcano erupts again
- Two Indonesia police on trial for 'Qaeda' arms sales
- Mass breakout from Australia immigration centre
- Tempointeraktif.com - Garuda Terbang Lagi ke Amsterdam 2008 | 24 August 2007
- Hotel Menteng II Terbakar - 08/06/2006, 09:01 WIB - KOMPAS Cyber Media - Metropolitan | 8 June 2006
- Tempointeraktif.com - Hakim Nganjuk Batal Putuskan Hukuman 4 Terdakwa Korupsi Anggaran Dewan | 12 June 2008
- KOMPAS cetak - Presiden: Jangan Terjadi Lagi | 13 January 2010
Other News on Kamis, 14 Pebruari 2002
KoranTempo - Industri Tekstil Tak Mampu Bersaing di Pasar Bebas
KoranTempo - Sepeda Gunung untuk Suami
KoranTempo - Marah pada Penggemar
KoranTempo - Presiden Minta Status Persero Pertamina Dipercepat
KoranTempo - The Lord of The Rings Memimpin Nominasi Oscar
Gatra.Com - Pengakses Internet 600 Juta Orang
Gatra.Com - Tahun Depan, Masyarakat Boleh Miliki Jalan Tol
KoranTempo - "PBSI Memang Ingin Mempersulit Saya"
KoranTempo - Gugat Berita
Gatra.Com - Bukan Berarti Golkar Pecah
KoranTempo - Murid Pintar Itu Mengaku Menculik
KoranTempo - Penjualan Ponsel di Jepang Turun
KoranTempo - Predator Kakilima
KoranTempo - PDIP Tak Tanggapi Somasi Taslam
KoranTempo - Penggunaan TI untuk Bisnis Meningkat
KoranTempo - Presiden Terima Kunjungan Presiden Kroasia,
Gatra.Com - Mayjen Syafrie Samsuddin Kandidat Kapuspen TNI
KoranTempo - Pasar Sepi, IHSG Terkoreksi 0,47 Persen
KoranTempo - Setelah Perundingan Malino, Dua Ledakan Guncang Ambon
Gatra.Com - Penjualan BCA Lancar, Rupiah Langsung Menguat
KoranTempo - Malaysia Larang Peredaran Newsweek Bergambar Nabi Muhammad
KoranTempo - Pengumuman Penjualan Indofarma Ditunda
KoranTempo - "Fasilitator Baru Belum Dibutuhkan dalam Dialog RI-GAM"
KoranTempo - Perpanjangan PKPS Tidak Beri Kepastian Hukum
KoranTempo - Menulis Sejarah Hitam Yugoslavia dari Den Haag
Gatra.Com - Ditolak Di Singapura , Ditampung Di Malaysia
Gatra.Com - Giliran Malaysia Cekal Newsweek
KoranTempo - Dilema MoU Antiterorisme RI-Australia
KoranTempo - Ekonomi Global Pasca-WEF 2002
KoranTempo - Remaja Indonesia di Pengadilan Dewasa Australia
KoranTempo - Ketika Massa Mulai Menekan KPP HAM
KoranTempo - Kamboja Iri dengan Pengadilan Milosevic
KoranTempo - Rupiah Menguat Secara Bertahap
Gatra.Com - BI Janji Pekan Depan Diserahkan ke BPPN
Gatra.Com - Akbar Tandjung Berangkat ke Haji Pagi Ini
Gatra.Com - Lemah, Posisi Pemerintah Dalam MSAA
KoranTempo - Sang Idola yang Kontroversial
KoranTempo - Pelanduk diantara Dua Gajah
KoranTempo - NU Minta Piagam Djakarta Tak Masuk Pasal 29 UUD 1945
KoranTempo - Pemerintah Akan Jual Seluruh Saham Indosat Tahun Ini
KoranTempo - ISPA Serang Jemaah Haji Indonesia
KoranTempo - KPPU, Masihkah Relevan?
Gatra.Com - Mencari Biang Kerok Genangan Air
KoranTempo - Direktur Utama PT KAI Anggap Aneh Aksi Karyawan
KoranTempo - KPU Minta DPR Prioritaskan Pembahasan Revisi UU Politik
KoranTempo - IMF: Pemerintah Harus Paksa Pemilik Bank Bayar Utang
Gatra.Com - Yusril Belum Berani Kirim Hakim Ke Ambon
KoranTempo - Panggilan Paksa Belum Bisa Dilakukan
KoranTempo - Akuisisi Karyadibya Oleh Gudang Garam Kemahalan?
KoranTempo - BPK Belum Terima Permintaan Audit TVRI
Gatra.Com - Amien Rais Minta Militer Gebuk Pengebom Ambon
KoranTempo - "Taufik Mutiara yang Tak Boleh Hilang"
Gatra.Com - BPPN Terima Setoran Rp 2,5 triliyun
Gatra.Com - Petisi Menggantang Asap
Gatra.Com - Kaum Pragmatis Pasca-Arafat
KoranTempo - Kejaksaan Minta Habibie Penuhi Panggilan
KoranTempo - Argentina Segera Berunding dengan IMF
KoranTempo - Polisi Tangkap Dua Kandidat Presiden Komoro
Gatra.Com - Enam Kabupaten Di Aceh Gelap Total
KoranTempo - NISP, Bank Ritel Terbaik 2001 Versi The Asian Banker
KoranTempo - Apkasi Tetap Ingin Revisi UU Otonomi Ditunda
Gatra.Com - Menpan "Keranjang Sampah" Itu Peringatan
KoranTempo - PLTA Besai Tak Beroperasi
Gatra.Com - Terlaksananya Kebijakan, Tentukan Keberhasilan Paris Club III
KoranTempo - Aktivitas Minim, Rupiah Bergerak Datar
Gatra.Com - Pemilik Vila Siap Bayar PBB, Berapapun
Gatra.Com - Sembilan Mahasiswa "Provokator" Buruh Bandung Divonis Bebas
Gatra.Com - Milosevic Merasa “Disiksa” Di Pengadilan
Gatra.Com - Jamaah Haji Agar Doakan Bangsa Indonesia
KoranTempo - Pembelaan Milosevic Tertunda Sampai Hari Ini
KoranTempo - Konversi Obligasi Bank Niaga Harus Dilakukan
KoranTempo - Dari Jatuh Hati Lahirlah Film Ca Bau Kan
KoranTempo - Allianz Utama Penetrasi ke Pasar Ritel
KoranTempo - Imigrasi Minta BKPM Koordinasi Soal Izin Tinggal
KoranTempo - Polisi Sita Tanah Kiai Sidiq
KoranTempo - Danareksa Jamin Obligasi Jasa Marga
Gatra.Com - Cagar Alam di Sorong Dirusak Perusahaan HPH
Gatra.Com - Syekh Umar: Wartawan Wall Street Itu Sudah Mati
KoranTempo - Telkom Beli Pramindo Senilai US$ 425 Juta
KoranTempo - Berca dan GSIC Hanya 5 Persen di Konsorsium StanChart
KoranTempo - Sebagian Al-Qaidah Sudah Tiba di Negeri Asalnya
Gatra.Com - Ancaman Mogok Karyawan Kereta Api Makin Serius
Gatra.Com - Tak Ada Salim Di Balik Stanchart Dan Farralon
KoranTempo - Nasib JORR Ditentukan Hari Ini
Gatra.Com - Yusuf Kalla: Pengebom Ambon Musuh Bersama
Forum Views () Forum Replies ()
Kendalikan Kolesterol Anda! Sebagai pembunuh tersembunyi, kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak.
Rajin berolahraga berarti jauh dari penyakit jantung koroner. Begitu banyak orang beranggapan. Tak sedikit pula orang berpendapat, mereka yang rajin olahraga akan memiliki kadar kolesterol yang baik. Benarkah anggapan itu?
Jawabnya, tak sepenuhnya benar. ''Itu arogansi olahragawan. Penyebab penyakit jantung koroner belum diketahui secara pasti. Kita cuma tahu faktor risiko,'' ujar dr Antonia Anna Lukito SpJP FIHA, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Siloam Gleneagles, Karawaci, Tangerang. Orang yang rajin berolahraga, menurut dia, belum tentu terbebas dari ancaman penyakit jatung koroner.
Namun dia mengakui, penyakit jantung koroner lebih kerap menyerang orang yang tidak pernah berolahraga. Dan serangan jantung pada orang yang sering berolahraga cenderung lebih ringan dan implikasinya lebih sedikit. ''Bahwa olahraga penting, ya. Tapi tidak boleh arogan,'' kata Antonia saat berbicara dalam konferensi pers Pfizer Perluas Akses Hadapi Kolesterol di Jakarta, Senin (23/7) lalu.
Dalam situs www.worldhealth.org juga disebutkan, selain olahraga dan diet, ada hal lain yang bisa memengaruhi kadar kolesterol dalam darah, yakni berat badan, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin. Nah, agar kadar kolesterol tetap terkontrol dibutuhkan pola hidup yang sehat. Ada pula anggapan yang menyatakan, kadar kolesterol pada orang lanjut usia (lansia) cenderung tinggi karena proses metabolisme mereka sudah menurun. Anggapan inipun tak sepenuhnya benar.
Faktanya, menurut situs itu, kolesterol tinggi juga bisa diderita anak-anak dan remaja. Hal senada juga dikatakan Dr dr Saptawati Bardosono MSc, staf pengajar, Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), saat berbicara dalam kampanye nasional Nesvita ProHeart Cholesterol Control, Selasa (24/7) lalu. ''Kolesterol tinggi sebagai silent killer, bisa menyerang siapa saja, tanpa terkecuali. Meskipun Anda berusia di bawah 40 tahun, namun jika memiliki gaya hidup tidak sehat antara lain: merokok, terlalu banyak makanan tinggi lemak, tidak berolahraga, maka Anda termasuk dalam golongan berisiko tinggi.''
Pergeseran gaya hidup, terutama di perkotaan, hampir tidak memberikan pilihan untuk memiliki gaya hidup berkualitas. Pola makan yang tidak sehat, kurang berolahraga, merupakan faktor risiko tingginya kadar kolesterol dalam darah. Tanpa disadari, kadar kolesterol yang tinggi secara perlahan namun pasti menumpuk dalam pembuluh darah yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya beberapa penyakit, seperti jantung koroner, dan stroke.
Sering terlambat Sayangnya, masyarakat kita belum paham benar akan bahaya kolesterol tinggi. Kebanyakan dari mereka, baru mencari pengobatan ketika sudah merasakan gejala penyakit jantung. ''Bahkan, banyak pasien yang datang pertama kali memeriksakan diri sudah dengan serangan jantung,'' tutur Antonia. ''Pada situasi seperti itu, upaya pemulihan menjadi lebih sulit. Yang paling utama dilakukan pada kondisi ini adalah menghilangkan gejala dan mencegah serangan berulang,'' lanjut dia.
Fenomena ini sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia. Survei terhadap 2.500 responden yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia itu menunjukkan, para responden sudah tahu penyakit jantung disebabkan oleh merokok, stres, serta pola makan yang salah. Namun, mereka juga menjawab bahwa sampai sekarang belum menghentikan semua kebiasaan buruk itu.
Lalu, mengapa pasien sering datang terlambat? Menurut Antonia, hal itu tak lain disebabkan oleh rendahnya kesadaran, belum memprioritaskan kesehatan, dan belum menyadari pentingnya pencegahan penyakit. Penyebab lain adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan. Siapapun tentu tak ingin mengalami serangan jantung. Karena itu, kendalikan kadar kolesterol. Caranya, terapkan diet, exercise, dan compliance. Diet berarti menerapkan pola makan yang sehat.
Sementara exercise berarti olahraga secara teratur. Olahraga teratur selama 30 menit setiap hari, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Compliance berarti meminum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter. Menurut Antonia, bila diet dan olahraga tidak cukup menurunkan kadar kolesterol, maka diperlukan obat-obat penurun kolesterol untuk menjaga supaya kadar kolesterol selalu dalam batas normal.
Lebih lanjut Antonia mengingatkan, penumpukan plak dalam dinding pembuluh darah (atherosklerosis) telah dimulai sejak usia kanak-kanak walaupun tanpa gejala. Masyarakat perlu mengetahui dan mewaspadai hal ini. Untuk itu, diperlukan informasi yang benar serta pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat.
Kini, informasi menyeluruh mengenai kolesterol dan penyakit kardiovaskuler, bisa diperoleh melalui situs www.pedulikolesterol.com. Situs ini, menurut Daisy Primayanti, Corporate Affairs Director PT Pfizer Indonesia, menampilkan fitur dinamis bertajuk Diary Kolesterol yang memungkinkan pengguna mencatat kadar kolesterolnya secara berkala dan menghitung faktor risikonya. Fitur ini dapat digunakan untuk menganalisa risiko penyakit jantung dalam 10 tahun ke depan, selain membantu menemukan target nilai kolesterol dan memantau perkembangannya. bur
( )Berita Acak dari arsip :

