At least 19 people were killed and 45 wounded when a suicide bomber rammed his explosives-laden car into a police station in northwest Pakistan on Monday, destroying the building, police said.
By Mustansar Baluch
New Zealand extended a state of emergency in earthquake-hit Christchurch Monday as the army enforced a no-go zone amid reports of looting in the rubble-strewn heart of the city.
Asia Pacific News
- Suicide car bomber kills 19 in NW Pakistan: police
- Nineteen killed in suicide bombing in Pakistan
- Emergency extended in quake-hit New Zealand city
- Malaysia, Indonesia ministers meet to soothe tensions
- China's 'miracle' Shenzhen marks 30 years
- Australia poised for new government
- Indonesia's lax gun control a boon for militants - report
- Gatra.Com - Kereta Api Kembali Anjlok | 16 September 2008
- situs warta era digital | Komposisi Hakim Tergantung Besar Kecilnya Kasus | 22 September 2009
- Kompas - Pada Mulanya Adalah Kata | 24 September 2008
- Gatra.Com - Sibuknya Menyambut Presiden Baru | 20 October 2004
Other News on Minggu, 13 Maret 2005
detikcom - Maaf, Kami SWOT ke Anyer Dulu
Gatra.Com - Menhut: Operasi Illegal Logging Terpadu di Papua Harus Adil
Gatra.Com - Penghargaan Canggung Toeti
detikcom - SBY akan Melawat ke Australia
KoranTempo - Kedutaan Amerika Larang Warganya ke WTC Mangga Dua
detikcom - PKS DKI Siapkan Calon Pemimpin untuk Regenerasi
Gatra.Com - Merger Sepeninggal Bapak
detikcom - Tersangka Pembunuh Hakim-Polisi di Atlanta AS Ditangkap
detikcom - WTC Mangga Dua Normal Tapi Sepi
Gatra.Com - KUHP Tidak Batasi Berapa Kali Berkas Harus Bolak Balik
KoranTempo - Tong Sampah Besar Itu Sungai Musi
detikcom - 12 Kapal Nelayan Indonesia Tersapu Topan Ingrid
Gatra.Com - Mendagri Tegur Ketua DPRD dan Gubernur Sultra
Gatra.Com - Hasyim: Penataan NU Butuh Waktu 10 Tahun
Gatra.Com - Dewi Fortuna Arya Satria
detikcom - Peringkat Korupsi RI di Era Presiden SBY Sulit Berubah
Gatra.Com - Barcelona Kini Unggul 11 Poin
detikcom - Kampanye Gelang Peduli untuk Peningkatan Pendidikan
Gatra.Com - Penghargaan Kehormatan Mira
Gatra.Com - Wapres akan Berkunjung ke Sulut
Gatra.Com - Obsesi Narasumber Farhan
detikcom - Flu Burung Lebih Berbahaya dari Serangan Teroris
Gatra.Com - Ratusan Pesilat Siap jadi Relawan
Gatra.Com - Gigit Jari Mocca
detikcom - Presiden Diminta Maklumatkan Perang dengan Malaysia
detikcom - Iran Anggap AS Berhalusinasi
Gatra.Com - Somasi Presenter Irianti
Gatra.Com - Davenport dan Sharapova Tak Terbendung
Forum Views () Forum Replies ()
Nasional Fatwa Minta Presiden Cepat Balik, Lalu Urusi TKI
03 September 2002 TEMPO Interaktif, Bandarlampung:Wakil Ketua DPR AM Fatwa menilai pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri sangat lamban dalam menangani kasus ribuan pekerja gelap Indonesia yang menumpuk di Nunukan, Kalimantan Timur. Malah, Fatwa menuduh presiden tidak mempunyai kepedulian lantaran memilih pergi beberapa hari untuk lawatan ke luar negeri. “Dulu Gus Dur begitu. Saat gempa bumi di Bengkulu, dia malah pergi ke luar negeri. Kebodohan pemerintah lalu, diulangi pemerintah sekarang,” kata Fatwa pada pers di Bandaralmpung, Senin (2/9) malam.
”Saya mengharapkan Presiden Megawati segera kembali setelah memberikan pidato basa-basinya di Konferensi Tingkat Tingggi Bumi di Johanesberg, Afrika Selatan. Tolong agenda jalan-jalannya ke negara-negara lain dibatalkan saja,” ujarnya.
Menurut Fatwa, pekerja ilegal Indonesia di Malaysia adalah persoalan sangat serius, melebihi masalah pengungsian. Ia menempatkan sebagai masalah kemanusiaan yang menyangkut martabat bangsa dan negara di hadapan negara lain, bahkan dimuka dunia internasional. “Boleh saja kita tidak setuju dengan keputusan Malaysia, termasuk hukum cambuknya yang sangata tak manusiawi. Tapi kita juga tidak bisa mengatur pemerintahan negara lain. Kita harus urus masalah di negara kita,” tuturnya.
Menurut dia, Megawati sebagai seorang nakhoda kapal yang bernama Indonesia tidak bisa meninggalkan rakyat di kapal yang sedang terancam tenggelam. “Pemimpin yang baik adalah bersama rakyatnya disaat kapal itu tenggelam, jangan tenang-tenang saja dan malah kabur keluar negeri,” kata politisi Partai Amanat Nasional itu. (Fadilasari – Tempo News Room)
Berita Acak dari arsip :

